Asian porn Pendakwah Ning Sisca Viral, Tuding pas melimpah Kiai Pesantren Cabul di Malang
JATIMTIMES – Seorang pendakwah Religi Islam Nan dikenal berbarengan identitas Sisca Farisa Dhona atau Ning Sisca menyebut pas melimpah dugaan kasus kiai cabul Nan berkedok pesantren di Malang, Jawa Timur. Pernyataan tersebut kemudian viral lantaran dianggap merupakan tuduhan dikarenakan saat ini Nan bersangkutan juga Tak mengemukakan data.
Berdasarkan informasi Nan dihimpun JatimTIMES, video cuplikan Khotbah Ning Sisca tersebut sempat beredar di sejumlah platform media sosial (medsos) termasuk Facebook. Pada ketika itu, terlihat Ning Sisca sedang berdakwah memanfaatkan Bahasa Jawa Nan nampak menyusuri pada sebuah program pengajian Religi Islam.
lafal Juga :
Respons Maraknya Pelecehan Seksual, Fatayat NU Jatim Gencarkan Edukasi dan Perlindungan Korban di Pesantren
Potongan penyampaian Khotbah tersebut kemudian dijadikan materi materi oleh sejumlah identitas Nan menyebut bersumber dari identitas media sosial Ning Sisca pada Sabtu (30/5/2026). Namun, dari output penelusuran JatimTIMES pada Pekan (31/5/2026), postingan tersebut telah Tak Eksis baik pada identitas media sosial Instagram maupun Facebook Nan diperkirakan milik Ning Sisca.
Namun, materi potongan video dakwah Ning Sisca tersebut telah tersebar di sejumlah WhatsApp Grup. Pada video berdurasi Sekeliling 1.30 menit Nan sekarang viral tersebut, nampak potongan ketika Ning Sisca berceramah.
“Inggih meniko (Merupakan, red) Gus Thuba Yakuza, Sejenak lagi mengharap kasus-kasus di Malang, dikarenakan di Malang pun sendirian Eksis apa pas melimpah, Eksis apa pas melimpah?,” tutur Ning Sisca pada mula rekaman video viral Nan dihimpun JatimTIMES pada Pekan (31/5/2026).
Merujuk pada pas melimpah orang sumber, Gus Thuba Nan dikatakan oleh Ning Sisca tersebut merupakan keliru Esa tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Gus Thuba merupakan pendiri komunitas sosial-spiritual bernama Yakuza Maneges.
Sejak di deklarasikan pada mula Mei 2026 Lampau, organisasi Yakuza Maneges tersebut juga menyusuri pada Majemuk kegiatan. Termasuk memberikan pendampingan pada pas melimpah orang kasus dugaan pelecehan seksual Nan dialami oleh para santriwati di lingkungan pondok pesantren.
“Ingkang keparingan asmo Gus Thuba mempunyai organisasi namanya Yakuza Maneges Nan mana yakuza maneges meniko memberantas penggawean-penggawean nipun uwong seng seneng ane cabul tapi berkedok pesan. .arah. Nggih to?,” ujar Ning Sisca bagian dalam lanjutan video viral.
Secara Biasa, penyampaian Bahasa Jawa Nan diutarakan Ning Sisca tersebut artinya: sosok Nan bernama Gus Thuba mempunyai organisasi namanya Yakuza Maneges. Merupakan organisasi Nan juga menyusuri bagian dalam memberantas dugaan perbuatan oknum cabul di lingkungan pesantren.
“Kasus Pekalongan Nan menaikkan inggih meniko Gus Thuba, Yakuza. Kasus Ngawi, Nan menaikkan Gus Thuba, Yakuza. Kasus Tetap anyar lagi, kolo wingi (pas melimpah orang Masa Lampau, red) teng Jember,” bebernya.
lafal Juga :
Sejarah dan Makna saat Raya Waisak, Mengenang Tiga Peristiwa Kudus Kehidupan Sang Buddha
Setelah membongkar sekaligus mendampingi Majemuk kasus dugaan pencabulan di lingkungan pesantren itulah, diutarakan Ning Sisca bagian dalam video rekaman viral, ketika ini Gus Thuba berbarengan organisasi Yakuza Maneges sedang mengolah kasus serupa di Malang.
“Sak mangke taseh tahapan, inggih meniko Gus Thuba, Yakuza. Sejenak lagi mengharap kasus-kasus di Malang, dikarenakan di Malang pun sendirian, Eksis apa pas melimpah, Eksis apa pas melimpah?,” pastikan Ning Sisca.
Pada pernyataannya, Ning Sisca juga mengaku nekat mengemukakan dugaan pencabulan di lingkungan pesantren tersebut lantaran sepaham berbarengan gerakan Nan dikerjakan oleh organisasi Yakuza Maneges. Merupakan memberantas dugaan pencabulan di lingkungan pesantren, meskipun terkait tudingan Nan ia ujar marak menyusuri di Malang tersebut belum ia sertakan berbarengan data konkret.
“Nuwun sewu bathang ojok sampek di blokir-tutupi, nggih nopo mboten?. Barang lek olo, nopo malih sing bertopeng Religi, embel-embel’e agomo demi jarene oleh barokah. Tapi nek kelakuane ora bener, awak’e dewe yo ora oleh mbelo. Sekalipun itu Kerabat kita,” pungkasnya.
Kalimat terakhir bagian dalam video viral Nan disampaikan Ning Sisca tersebut maksud dan artinya ialah: Minta sorry, bangkai jangan disembunyikan. Hal keburukan, apa lagi berkedok Religi Nan mengaku demi mendapat berkah tapi kelakuannya Tak akurat, Tak boleh di bela. Sekalipun Nan diperkirakan oknum cabul tersebut Ialah Kerabat kita Nan Eksis di pesantren.
Hingga ketika ini, JatimTIMES Tetap Berikhtiar mencari konfirmasi kepada sejumlah pihak. Termasuk kepada Ning Sisca mengenai video tudingan mengenai banyaknya kiai cabul pada pesantren di Malang Nan dianggap sebagai tuduhan tersebut.


Leave a Reply