Singkawang (ANTARA) – Unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Singkawang menjaga seorang oknum satpam berinisial NP Nan disinyalir melaksanakan tindak cabul terhadap seorang siswi sekolah Asas di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kanit PPA Satreskrim Polres Singkawang Ipda Wijaya Rahmadinata, di Singkawang, Selasa, berucap pelaku teridentifikasi bekerja sebagai petugas keamanan di keliru Esa sekolah
RIAU daring, PEKANBARU — Dugaan kasus pelecehan seksual Nan mengikutsertakan oknum dokter di lingkungan berikut sebagai perhatian publik. Puluhan mahasiswi diinformasikan sebagai korban internal kasus Nan disinyalir telah menyusuri sejak lumayan berlimpah orang Masa Lampau. Kepala Klinik Pratama Unri, dr Yusdiana mengutarakan terduga pelaku Nan berinisial L telah dinonaktifkan Fana sejak kasus ini mencuat. “akurat
Medan (harianSIB.com) Seorang Pria bernama Roni Nasution (30) ditahan Penduduk di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dikarenakan disinyalir mengerjakan perbuatan cabul terhadap seorang anak berusia 9 tahun. Pelaku kemudian diserahkan ke pihak kepolisian. Penangkapan dikerjakan Penduduk pada Pekan (26/4/2026) sunyi di Griya kos pelaku ketika sedang istirahat. Buyut korban berinisial RH, ketika diwawancarai, Kamis (30/4/2026),
Pakar teknologi dan media Usul Malaysia turut mengkritisi kemungkinan celah bagian dalam pendeteksian pelecehan seksual digital di kawasan ASEAN. Pandangannya juga diperkuat oleh kesaksian seorang korban pelecehan seksual digital Usul Negeri Jiran itu. Peneliti tamu di ISEAS-Yusof Ishak Institute, Nuurrianti Jalli, berbisik bahwa jumlah pelecehan seksual digital berikut bertambah, melampaui kecepatan hasilkan menindaklanjutinya. Hal ini