JawaPos.com – Tersangka kasus pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pati, Jawa inti (Jateng), ternyata bukan kiai. Ketua Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan hal itu. Menurut Beliau, pelaku bernama Ashari tersebut Ialah tabib atau dukun. Gus Rozin izinkan Bunyi lantaran perbuatan Ashari telah mencoreng sebutan berkualitas kiai
Jakarta, tvOnenews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginginkan tersangka Ashari, pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati dihukum maksimal. MUI mengukur tindakan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati merupakan kejahatan serius, sehingga Tak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Hal itu diungkap langsung oleh Ketua MUI Bidang Wanita, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma’rifah bagian dalam keterangannya, pada
Semarang, tvOnenews.com – Kasus dugaan pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Nhdolo Kusumo Pati, inti berperan sorotan publik. Bagaimana Tak seorang kiai bernama Ashari (51) Nan merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut diperkirakan mencabuli puluhan santriwati, bahkan Tiba Eksis Nan hamil. sekarang, Kiai Ashari telah diringkus polisi dan Formal berstatus tersangka kasus kekerasan seksual. Menanggapi kasus
SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Penduduk jalur Genteng Kali dikejutkan berdua langkah Bengis seorang guru ngaji berinisial MZ (22). Ia ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya, dikarenakan diperkirakan melecehkan tujuh anak didiknya seorang diri. langkah cabul itu terjadi pelan, dari permulaan 2025 hingga April 2026. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menuturkan modus operandi pelaku sangat licik. Dimana MZ memanfaatkan