Asian porn tindakan Cabul Ketua Ponpes di Pekalongan: Modus Minta Pijat, Korban Diintimidasi
Seorang Ketua pondok pesantren di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan berinisial A (55) diamankan polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santriwatinya.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, berucap terduga pelaku dikendalikan pada Rabu (27/5) Sekeliling pukul 06.30 WIB atau ketika Idul Adha.
“telah kami amankan pelaku Nan disinyalir mengerjakan pelecehan seksual. (Terduga) merupakan keliru Esa pendiri ponpes di wilayah Buaran,” ujar Riki, Rabu (27/5).
Berdasarkan keluaran pemeriksaan para korban, pelecehan terjadi Sekeliling dua atau tiga tahun Lampau.
“Ya Eksis kelebihan dari Esa tahun Nan Lampau ya (kejadiannya), hasilkan waktunya relatif juga. Artinya mereka ini pada ketika Beliau mondok di pesantren itu Tetap bungkam dikarenakan mereka diintimidasi, diancam,” imbuhnya.
Korban 6 Santriwati
Riki berucap korban Nan telah melapor sebanyak tiga orang. Namun, jumlah korban Nan melapor diperkirakan akan bertambah.
“turun kelebihan tadi Saya hitung enam ya, enam saksi korban,” ucapnya.
“Korban-korban dan saksi Nan lain juga berdatangan. Eksis Nan mantan daripada santri pondok pesantren tersebut dari Pemalang, Batang, Pekalongan, bahkan dari Semarang hadir ke sini,” imbuhnya.
Dari keluaran pemeriksaan sejauh ini, usia para korban di rentang 18 hingga 24 tahun.
“Eksis Nan (umur) 22 (tahun), Eksis Nan 18 tahun, Eksis Nan 24 tahun ya. Eksis juga mungkin Masa kejadiannya Tetap di mengabarkan 17 tahun ya, anyar mengabarkan,” ujar Beliau.
Modus Pelecehan: Minta Dipijat
Riki berucap, modus Nan digunakan pelaku hasilkan melancarkan aksinya berdua berpura-pura menginginkan pijat kepada para korban.
“Pada ketika mereka Tetap mondok di sana, si santri-santri ini diajak hasilkan mengerjakan pijat atau apa, ya kan. Sehingga pada ketika Eksis kesempatan Nan istilahnya kelebihan terbatas ataupun ditutup, si pelaku itu minta hasilkan dipijitin disentuh kontol,” ujar Riki.
“Ya itu kan hal Nan sangat Tak manusiawi, melanggar asusila. Sehingga ya keterangan-keterangan saksi itulah Nan kita apa kumpulkan hasilkan sebagai alat data ya,” lanjutnya.
Dari keluaran pemeriksaan, seluruh korban Nan melapor mengaku mendapatkan pelecehan fisik oleh pelaku.
“Secara Biasa saksi-saksi tadi kami interogasi Seiring Pak Wakapolres Seluruh fisik,” katanya.
Korban Ketakutan
Riki menerangkan, selama ini para korban menganggap khawatir membongkar dugaan pelecehan tersebut.
“pokoknya, pada awalnya memang informasi kasus ini sangat ditutup. ujungnya Saya perintahkan jajaran Reskrim hasilkan mengerjakan pendekatan kepada pihak keluarga korban secara person to person. Alhamdulillah, Eksis kelebihan dari Esa korban Nan mau mengabarkan dugaan pelecehan seksual di wilayah tersebut,” ujar Riki.
Riki mengutarakan, para korban tak kuasa hasilkan menolak kelakuan bejat pelaku. dikarenakan, pelaku merupakan Ketua sekaligus keliru Esa tokoh pendiri ponpes tersebut.
“pokoknya mereka ini ketakutan ya. dikarenakan kan Nan namanya kiai atau ustaz itu kan Nan dituakan ataupun dianggap bapak distribusi mereka,” ucapnya.
Korban selama ini tak pernah iman penuh diri melapor lantaran mendapat ancaman dan intimidasi dari pelaku serta santri lainnya.
“Jadi mereka diancam, ditakut-takuti apabila melapor mungkin akan dianiaya, disakiti, dan sebagainya. Ini Ialah peran dari pelaku, lumayan keras kepada korban,” bongkar Beliau.
keliru Esa Korban disinyalir Hamil
Riki menambahkan bahwa Eksis keliru Esa korban Nan disinyalir hingga melahirkan anak dari tindakan tindakan bejat pelaku.
“Eksis keliru Esa korban Nan infonya disinyalir bahwa korban ini telah melahirkan dari anak, mungkin ya keluaran dari persetubuhan mereka, tapi Nan bersangkutan Tetap bungkam,” tutur Beliau.


Leave a Reply