Asian porn Kiai Cabul di Pati ditahan, disinyalir gunakan Modus Ritual Penyembuhan & Paksa Santriwati Temani rehat
Ringkasan Warta:
- AS, Ketua Ponpes Ndholo Kusumo Pati, ditahan di Wonogiri usai jadi buronan kasus dugaan pencabulan santriwati.
- Pelaku disinyalir memakai modus ritual penyembuhan, menginginkan korban menemani rehat, hingga mengerjakan kekerasan Kalau menolak.
- Kemenag Pati mencabut pengesahan operasional ponpes dan memulangkan 252 santri ke keluarga Sembari menanti asesmen lanjutan.
SERAMBINEWS.COM – Pelarian AS (51), Ketua Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa inti, ujungnya berakhir setelah aparat kepolisian hasil menangkapnya.
AS lebih masa lalu berperan buronan internal kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di lingkungan pesantren Nan dipimpinnya.
Kasus ini menyita perhatian publik dikarenakan pelaku disinyalir memakai dalih ritual penyembuhan hasilkan melancarkan aksinya.
Korban diungkap diarahkan agar Taat melalui doktrin Nan memanfaatkan letak pelaku sebagai guru sekaligus Ketua pesantren.
internal sejumlah pengakuan Nan beredar, santriwati diungkap diminta menemani rehat berbarengan alasan hasilkan menghapuskan penyakit maupun “membersihkan penyakit jiwa”. Bahkan, Eksis dugaan korban mendapat tekanan hingga kekerasan fisik apabila menolak.
Selama extra dari Esa masa, keberadaan AS sempat berperan misteri dan menyebabkan perhatian masyarakat tangguh. Polisi kemudian mengerjakan pengejaran intensif dikarenakan tersangka diungkap berpindah-pindah Letak hasilkan mencegah penangkapan.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengakui penangkapan tersebut.
AS ujungnya ditahan di Petilasan Eyang Gunungsari, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (7/5/2026) Sekeliling pukul 04.00 WIB.
“hasil terungkap di Wonogiri, di Petilasan Eyang Gunungsari,” ujarnya pada Kamis (7/5/2026).
lafal juga: data Hantavirus di Indonesia, Kemenkes kata 23 Kasus Terdeteksi Sejak 2024 dan 3 Pasien Meninggal
Modus Kiai di Pati disinyalir Cabuli Santriwati
AS disinyalir mencabuli sejumlah santriwati berbarengan modus mengatasnamakan penyembuhan penyakit melalui pendekatan spiritual.
Hal tersebut disampaikan Dewi Intan, tim pendamping korban, internal konferensi pers Seiring pengacara Hotman Paris di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (7/5/2026).
Ia mengutarakan bahwa pelaku memakai narasi religius hasilkan memengaruhi korban.
“Masa mula Beliau merayu mereka berbarengan bilang bahwa hal ini mendapatkan melunturkan Seluruh penyakit Nan Eksis di internal raga,” ujar Dewi.
Menurutnya, pelaku meyakinkan korban bahwa tindakan tersebut mendapatkan menghapuskan “penyakit jiwa” maupun hambatan internal tubuh. berbarengan dalih tersebut, korban disinyalir dimanipulasi secara psikologis hasilkan menuruti permintaan pelaku.


Leave a Reply