Asian porn Modus Kiai Cabul di Pati, Santri Disuruh Temani istirahat hingga Dipaksa Layani Nafsu
Senin, 11 Mei 2026 – 22:47 WIB
VIVA Banyumas – Kasus dugaan Pelecehan Seksual oleh Kiai Cabul di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, menyeret sejumlah Santri dan mencuat dikarenakan dalih ajaran Guru Thariqah.
lafal Juga :
Podcast Densu Bongkar Borok Ponpes Pati! Santriwati kata AS istirahat Gonta-mengubah di Area Pesantren
Kasus dugaan pelecehan seksual Nan menyeret seorang oknum kiai di Kabupaten Pati, Jawa inti, pelan mulai terungkap melalui pengakuan para korban.
Oknum kiai berinisial AS (51) atau dikenal berdua identitas Ashari saat ini telah diputuskan sebagai tersangka atas dugaan tindakan asusila di lingkungan Ponpes Ndholo Kusumo, Pati.
lafal Juga :
kasus Ponpes Pati Bikin Geram! 50 Korban, DPR Desak LPSK berkurang Gunung dan Kawal Hingga Tuntas
tidak akurat Esa korban berdua identitas samaran Tari, Nan merupakan mantan santri di pondok pesantren tersebut, membongkar pengalaman pahitnya melalui tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
internal keterangannya, Tari mengaku awalnya Tak Mempunyai kecurigaan terhadap perilaku sang kiai. Ia menyebut tindakan itu dijalankan berangsur berdua dalih kedekatan antara santri dan keluarga kiai.
lafal Juga :
kasus Ponpes di Pati Memanas! Tersangka Cabul Mangkir, Polisi available Jemput Paksa Kalau Tetap Berkelit
“Awalnya disuruh pijatkan, kalau telah berakhir berikut pamitan itu di sentuh bibir. Ciumnya di pipi khan kiri,” bongkar Tari pada tayangan YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Menurut Tari, budaya mencium pipi dianggap Normal di lingkungan pondok, khususnya distribusi santri Nan Mempunyai Interaksi tidak berjarak berdua keluarga kiai. Hal itu Membikin dirinya Tak merasakan khawatir maupun curiga.
Korban juga mengaku sering diajak mengejar kegiatan ziarah dan shalawatan, baik secara berkelompok maupun hanya berdua berdua oknum kiai tersebut. Setelah kegiatan berakhir, korban dikatakan kerap diminta menemani istirahat.
“Kalau habis ziarah Baju shalawatan, Baju langsung diajak nemani istirahat itu. Nggak Tiba berhubungan sih, tapi katanya disuruh guru Tariqah itu,” ujarnya.
internal pengakuannya, Tari menyebut Ashari memanfaatkan dalih ajaran spiritual dan penyembuhan penyakit jiwa ciptakan melancarkan aksinya. Korban diminta menuruti permintaan tertentu berdua alasan agar terhindar dari sifat Dengki, dengki, dan fitnah.
“Bilangnya Saya lumayan berlimpah Dengki, Saya lumayan berlimpah penyakit jiwa semacam Dengki, dengki dan fitnah. Anda itu lumayan berlimpah sakitnya, Anda itu lumayan berlimpah Dengki dengki dan lain-lain obatnya itu begini (tidak akurat satunya istirahat Seiring),” Jernih Tari.
“Saya nangkapnya nggak gimana-gimana, tapi internal hatiku ‘olah Saya seburuk itu?’,” sambungnya.
Halaman lalu
Meski demikian, Tari mengaku Tak terus menuruti permintaan tersebut. Ia extra dari Esa kali menolak dikarenakan merasakan khawatir dan curiga ketika diminta istirahat Seiring sang oknum kiai.



Leave a Reply