jateng.jpnn.com, SEMARANG – Kementerian Religi (Kemenag) mencatat sebanyak 37 pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa inti (Jateng).
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Moch Fatkhuronji berucap puluhan guru tersebut dimutasi ke satuan pendidikan terdekat dari Ponpes Ndholo Kusumo.
“Jumlah ustaz 15 orang dan ustazah 22 orang,” ucapan Fatkhuronji ditemui JPNN.com di Kanwil Kemenag Jateng, Kota Semarang, Rabu (6/5).
jejak ini dikerjakan setelah pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo tersebut berinisial A alias Ashari atau Mbah Walid diputuskan tersangka kasus pencabulan 50 santriwati oleh Polresta Pati.
Terlebih Ponpes Ndholo Kusumo juga telah dilarang mengakses pendaftaran santri anyar dan pencopotan Ashari dari jabatannya. pengakuan operasional ponpes Nan bangkit sejak 2012 itu juga telah dicabut.
“Kami telah koordinasi berbarengan Kemenag Kabupaten Pati, distribusi guru-guru, terutama Nan telah sertifikasi itu akan dicarikan Loka Agar mereka Tak terlantar,” katanya.
Pihaknya menegaskan akan memperbesar monitoring terhadap ponpes-ponpes di Jateng. Termasuk mengedukasi tiap ponpes harus menegakkan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Kekerasan Seksual.
“Prinsipnya Kementerian Religi itu Ialah menyelamatkan korban. Semuanya akan ditemani. Kalau terkait berbarengan perilakunya (tersangka, red) tentu aparat legalitas Nan memutuskan,” ucapan Fatkhuronji.



Leave a Reply