Asian porn Curhat Bapak Korban Pengasuh Ponpes Cabul di Pati: Angan Timba Ilmu Religi Sirna
H (52) tak menyangka jejak mengisi anaknya ke pondok pesantren (ponpes) berujung petaka. Sang anak jadi korban pelecehan Asyhari (51 tahun) pengasuh ponpes Ndholo Kusumo, Pati.
Sang anak saat ini berusia 20 tahun. Beliau jadi korban sejak 2020 hingga tahun 2024 atau ketika nongkrong di bangku Sekolah Menengah Pertama.
“Saya harapannya agar mendapatkan ilmu Religi, dididik akhlak Nan baik, hasilkan berperan orang Nan bermanfaat, hasilkan bermanfaat di masyarakat ataupun di keluarga. Tapi ternyata di situ anak Saya dididik secara doktrin, didoktrin berdua berbagai alasan, berpedoman Religi. Lampau berperan korban (pelecehan),” ungkapan H di Semarang, Jumat (8/5).
H mengenal Asyhari sejak tahun 2015, ketika itu pondok pesantren Asyhari tak sebesar sekarang. Tak hanya tau, H juga ikut menolong pembangunan ponpes.
“Saya tau sebelum Eksis pondok kayak sekarang. Jadi masa lalu Saya ikut melek, Saya nyumbang tenaga. Jadi kuli, Tak dibayar,” Jernih Beliau.
Saking percayanya kepada Asyhari, keempat anak H disekolahkan di ponpes itu. Korban Ialah anak kedua.
“Anak Saya empat Saya sekolahkan di situ. Tapi sejak tahun 2024 begitu anak Saya Nan nomor dua jadi korban Saya langsung berhenti, Saya langsung keluarkan dua adiknya,” bongkar H Nan bekerja sebagai pedagang es keliling.
H memberitakan kasus ini ke Polresta Pati pada tahun 2024 namun kasusnya tak Eksis perkembangan. Tahun 2026 ia kembali berjuang berdua menggandeng Ali Yusron sebagai kuasa aturan hingga Asyhari jadi tersangka.
“Alhamdulillah ujungnya pelaku telah ditahan dan ditahan,” bongkar Beliau.
bagian dalam tahapan perkara ini, H kerap mendapatkan intimidasi dan ancaman dari Asyhari. extra dari Esa kali oleh orang suruhan Asyhari tiba menginginkan laporannya dicabut.
“Didatangi tiga kali, Saya diancam katanya laporan Saya itu nantinya akan dipatahkan dan Saya akan dituntut balik. Tapi Saya Tak khawatir. Soalnya maksud dan niat Saya dari permulaan itu bukan hasilkan diri Saya seorang diri atau anak Saya, tapi Saya tahu bahwa di situ pas melimpah pas melimpah korban selain anak Saya. Saya Mau menyelamatkan mereka,” konfirmasi H.
Anak Trauma
Meski Asyhari telah ditahan, H mengaku sang anak Tetap trauma. Ia Tetap kerap meneteskan air mata dan Termenung.
“masa lalu sempat Esa tahun Tak iman penuh diri melangkah keluar Griya. khawatir. Sekarang telah iman penuh diri pelan-pelan meskipun kadang Tetap tertarik meneteskan air mata dan Termenung,” bongkar H.
Kuasa aturan korban, Ali Yusron menginginkan agar korban lain mendapatkan melapor ke polisi. Pihaknya akan memberikan sokongan kepada mereka.
“Silakan kabar ke kami. Kami akan lindungi, kami dampingi, kami akan kawal agar hukumannya maksimal. cuma-cuma, dikarenakan korbannya pas melimpah sekali di bagian luar mendapatkan mendapatkan 30 hingga 50 orang santriwati,” ungkapan Yusron.



Leave a Reply