Asian porn Massa Geruduk Ponpes di Pati, Geram Kelakuan Terduga Pelaku Cabuli Puluhan Santri
Sabtu 02-05-2026,20:59 WIB
Reporter:
Arief Pramono|
Editor:
Wawan Setiawan
Massa mendatangi Letak sebuah ponpes Nan diperkirakan pelakunya cabuli santriwatinya. —
PATI, diswayjateng.id- Ribuan Penduduk mendatangi sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati pada Sabtu (2/5/2026). langkah massa ini buntut kekecewaan atas kasus pencabulan Nan diperkirakan dijalankan oknum pengasuh pondok pesantren setempat.
langkah bejat ini diperkirakan dijalankan oknum pengasuh pesantren berinisial A kepada puluhan santri wanita. Perbuatan cabul ini disinyalir telah dijalankan selama lumayan berlimpah orang tahun oleh terduga dan tak memakai pernah terungkap.
dikarenakan tak kunjung diproses aturan, Penduduk beramai penuh berinisiatif mendatangi keliru Esa ponpes Spesifik putri di Kecamatan Tlogowungu Pati. 
Perwakilan massa berorasi mendesak aparat polisi memungut tindakan kelakuan oknum pengasuh ponpes. —
Kedatangan massa pada Sabtu (2/5/2026) pukul 13.00 ini, ciptakan mendesak oknum kyai cabul agar segera di alur aturan. Selain itu, menginginkan penjelasan dari ketua yayasan Pondok Pesantren setempat.
bagian dalam aksinya, massa membawa seperangkat alat pengeras Bunyi. Tak hanya itu, mereka juga membentangkan sejumlah banner berisi tulisan.
bagian dalam tulisan itu, massa mendesak aparat Polresta Pati memungut tindakan konfirmasi pelaku pelecehan seksual di ponpes setempat.
Unjuk Selera tersebut dikawal ketat aparat Polsek Tlogowungu dan Polresta Pati. Mereka juga menginginkan agar perwakilan pondok pesantren ciptakan meninggalkan menemui massa.
peristiwa ini sempat Membikin unjuk Selera memanas, ketika sejumlah perwakilan pondok pesantren Merupakan ketua yayasan menemui massa.
Di hadapan massa, ketua yayasan pondok pesantren berinisial S diminta bangkit di atas mobil pikup berkenan memberikan keterangan.
Ia memaparkan bahwa pelaku ketika ini telah dinonaktifkan dari yayasan pondok pesantren setempat. Pihak yayasan juga berniat segera memulangkan santriwati kerumahnya masing masing.
“Insya Allah ciptakan bersangkutan (terduga pelaku), secara pribadi telah gua nonaktifkan dan ciptakan anak santri akan gua pulangkan,” tutur S dihadapan massa.
Pihak S mengaku bukan terduga pelaku bagian dalam kasus tersebut dan merupakan Ketua ponpes.
“gua ketua yayasan pondok pesantren dan bukan pelakunya. gua ketua yayasan bukan pelaku, jadi pelaku telah gua nonaktifkan raih kasih,” ucapnya.
Namun penjelasan dari ketua yayasan belum melegakan massa. Bahkan ketika Melangkah di inti kerumunan massa, ketua yayasan sempat dilempari botol minuman kemasan dan Barang lainnya.
tinjau Warta dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



Leave a Reply