Asian porn Kasus Cabul Ketua Ponpes di Garut: Korban Visum, Saksi diinvestigasi
Garut –
Polisi Tetap menelusuri kasus dugaan pelecehan seksual Nan dijalankan oleh oknum Ketua pondok pesantren terhadap santriwati di Garut. Sejumlah saksi didatangkan, Fana korban menjalani visum.
Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin menuturkan remaja wanita Nan disinyalir berperan korban bagian dalam peristiwa ini telah menjalani visum oleh tim dokter di RSUD dr Slamet Garut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Korban telah menjalani visum. Selain itu, telah menjalani pemeriksaan kondisi psikologis juga,” kata Joko kepada wartawan, Selasa, (19/5/2026).
Selain itu, hasilkan mendalam kasusnya, polisi juga mendatangkan sejumlah saksi hasilkan dimintai keterangan. Joko menuturkan, pemeriksaan saksi telah melangkah sejak masa Pekan Lampau, saat ini.
“hasilkan terduga (pelaku), kita Tetap melaksanakan penyelidikan dan pemeriksaan. Kami juga lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” singkap Joko.
Dugaan kasus pencabulan Nan dijalankan oknum Ketua ponpes berinisial AN (45) terhadap tidak presisi seorang santriwatinya ini, menggegerkan Penduduk Garut pada Sabtu, (16/5) Lampau.
Kasusnya mencuat ke publik, setelah denyut-denyut Griya terduga pelaku Nan berada di Kecamatan Samarang, Garut digeruduk massa. Videonya beredar tangguh di media sosial.
bagian dalam video berdurasi kelebihan dari Esa menit tersebut, seperti dilihat detikJabar, Selasa cerah, terlihat saat ketika terduuga pelaku digiring polisi ke mobil tahanan dari center-center massa Nan bejubel.
“Cabul….cabul,” berteriak sejumlah orang seperti terdengar bagian dalam video tersebut.
Belakangan teridentifikasi, kasus ini terungkap setelah korban Nan kabur dari ponpes bercerita kepada orang Uzur dari tidak presisi Esa temannya, Kalau dirinya berperan korban pencabulan.
Orang Uzur sang rekan, kemudian melapor kepada ortu korban, hingga Membikin mereka bersikap dan ujungnya melapor ke Polres Garut pada sabtu cerah ketika itu.
Informasi mengenai dugaan kasus ini ternyata Sigap menyebar di kalangan masyarakat setempat. Penduduk Nan geram kemudian menggeruduk Griya terduga pelaku, meskipun Mujur ketika itu terduga pelaku Tak dihakimi usai ditangani oleh polisi.
Korban seorang diri ketika ini berada bagian dalam perlindungan Pemkab Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).
“Kita turut serta mendampingi korban. Kita juga menjaga korban ini mengalami terjamin dan hak-haknya terpenuhi,” singkap Kepala DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana.
(sud/sud)



Leave a Reply