Asian porn Korban Pencabulan Bapak Tiri Diancam Dibunuh Kalau Melapor
Surabaya –
Ancaman pembunuhan hingga child grooming Membikin korban enggan melapor ke polisi, meski telah merasakan kekerasan seksual oleh Bapak tirinya seorang diri, WRS (39), sejak 2023.
Dirres PPA-PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum berucap anak tiri kembar WRS kerap mendapat ancaman dan tekanan usai berperan korban kekerasan seksual. keliru Esa ancaman Nan didapat korban Ialah ancaman pembunuhan.
“Kemudian hasilkan selama peristiwa tiga tahun ini, kenapa anak mutakhir nekat memberitakan? Setiap peristiwa Nan dialami, kekerasan seksual Nan dialami anak-anak ini terus bagian dalam kondisi tekanan dan ancaman, ya. Kalau mau memberitakan, ya, ini akan dibunuh,” ucapan Ganis, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, WRS juga diperkirakan mengerjakan manipulasi psikologis atau child grooming terhadap korban. Akibatnya, usai merasakan kekerasan seksual, anak tirinya urung melapor kepada siapa pun.
“Kemudian juga di-grooming anak-anak ini, bahwa kalau Anda kabar percuma kabar ke polisi, dikarenakan di masa depan pelan tahapannya apa, dan sebagainya. Pada ketika terwujud kekerasan seksual itu Ialah pada ketika Tetap anak-anak hingga sekarang Matang,” ujarnya.
Perwira berdua tiga melati di pundak itu mengemukakan, WRS memanipulasi anak tiri kembarnya berdua meyakinkan bahwa memberitakan kasus kekerasan seksual tersebut hanya akan sia-sia. Hal itu Membikin korban khawatir dan pesimistis hasilkan melapor.
“Kalau Anda kabar Matang pun, di-grooming-nya oleh bapak tirinya itu, bahwa Anda percuma Tak akan meraih. Inilah ya (contoh ucapan WRS pada korban), sehingga dari anak-anak ini khawatir hasilkan mengerjakan dan kebingungan memberitakan,” imbuhnya.
Namun, melalui Donasi pihak sekolah dan pengaduan ke DP3AK Surabaya, korban ujungnya memberanikan diri hasilkan bercerita dan melapor. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Direktorat PPA-PPO Polda Jatim dan langsung ditindaklanjuti. Ganis menegaskan, ancaman Tak hanya didapat korban, tetapi juga sang Bunda.
“Alhamdulillah ini dibantu DP3AK, makanya Nan memberitakan ke kepolisian Ialah dari Dinas DP3AK, bukan dari orang Uzur. Bagaimana terkait berdua ibunya? Juga merasakan ancaman Kalau memberitakan,” blokir mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak tersebut.
(ihc/abq)


Leave a Reply