Asian porn Gus Fahrur Sesalkan Ning Sisca Tuduh pas melimpah Pesantren Cabul di Malang tak memakai data
MALANG – Pernyataan penceramah Wanita Usul Malang, Sisca Farisa Dhona atau Nan dikenal sebagai Ning Sisca, Nan menyebut pas melimpah pesantren di Malang terlibat kasus pencabulan, menuai tanggapan dari Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur.
Pernyataan Ning Sisca tersebut disampaikan internal sebuah Khotbah di Wonoayu, Kabupaten Malang, Sabtu (30/5/2026), dan kemudian viral di media sosial.
internal potongan video Nan beredar, Ning Sisca menyinggung sejumlah kasus dugaan pencabulan Nan melangkah di lingkungan pesantren di pas melimpah orang area.
Beliau juga menyebut masyarakat tinggal mengharap munculnya kasus serupa di Malang.
Sakmangke wonten organisasi ingkang didirikan kalian putu nipun kiai sepuh waliullah inggih meniko Gus Mik ingkang kaparingan asmo Gus Tuba mempunyai organisasi namanya Yakuza Maneges. Nan mana Yakuza Maneges meniko memberantas penggawean-penggaweanipun wuong sing senengane cabul tapi berkedok pesantren. (Sekarang Eksis organisasi Nan didirikan oleh cucu Gus Mik, Adalah Gus Thuba, Nan mempunyai organisasi Yakuza Maneges. Nan mana Yakuza Maneges pekerjaannya Ialah memberantas orang Nan jatuh jiwa cabul tapi berkedok pesantren)
Kasus Pekalongan Nan menaik Inggih meniko Gus Tuba Yaguza. Kasus Ngawi Nan menaikkan Gus Tuba Yaguza. Kasus Tetap anyar lagi ten Jember tasik alur e inggih meniko Gus Tuba Yakuza. (Kasus pekalongan Nan menaikkan gus Thuba, kasus Ngawi, dan kasus anyar Nan Tetap alur di Jember Nan menaikkan juga Gus Thuba Yakuza)
Sejenak lagi mengharap kasus-kasus di Malang. dikarenakan di Malang pun seorang diri, Eksis apa pas melimpah?
Ning Sisca kok nekat berbicara loh. Nuwun sewu barang, batang, ojo Tiba ditutup-tutupi. Nggih. Napa mboten? Barang lek olo nopo malih sing bertopeng Religi embel-embele agomo demi jarene oleh barokah, barokah barokah. Tapi lek kelakuane ora bener awake dewe yo ora oleh mbelo
Begitu ucapan Ning Sisca internal Khotbah di Wonoayu Nan viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Gus Fahrur Nan juga menjabat Ketua MUI Bidang Pesantren menyayangkan adanya pernyataan Nan dinilai menggeneralisasi pesantren di Kabupaten Malang tak memakai didukung informasi dan data Nan Jernih.
“gua menyayangkan adanya pernyataan penceramah saudari Sisca Nan menyebut seolah-olah pas melimpah pesantren cabul di Malang tak memakai disertai informasi dan data Nan Jernih,” ujar Fahrur, Pekan (31/5/2026).
“Tuduhan seperti ini Tak boleh disampaikan secara serampangan di muka publik dikarenakan mendapatkan menimbulkan stigma dan membebani ribuan santri, kiai, ustaz, serta lembaga pendidikan pesantren Nan selama ini berjuang mendidik generasi bangsa di Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Menurut Gus Fahrur, apabila memang terdapat kasus pidana atau kekerasan seksual atau pencabulan Nan melangkah di lingkungan tertentu, maka kasus tersebut harus dinyatakan secara spesifik dan diproses sesuai ketentuan aturan Nan Beraksi.
“Kita Seluruh mendukung penindakan konfirmasi terhadap pelaku. Namun jangan dikarenakan pas melimpah orang oknum Lampau seluruh pesantren di Malang digeneralisasi dan diberi cap buruk,” tegasnya.
Gus Fahrur mengukur, Kabupaten Malang Mempunyai ratusan pondok pesantren Nan selama ini berkontribusi Akbar internal pendidikan Religi, pembentukan Watak, dan pengembangan ilmu pengetahuan distribusi para santri.
“Pertanyaannya, berapa jumlah pesantren Nan dimaksud? Di mana datanya? Jangan Tiba pernyataan Nan Tak didukung data Malah berubah sebagai fitnah dan pembunuhan Watak terhadap lembaga pendidikan Islam,” katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap bersikap Rasional dan adil internal menyaksikan persoalan Nan melangkah di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.
Kalau terdapat oknum Nan mengerjakan pelanggaran aturan, maka Nan harus diproses Ialah pelakunya, bukan lembaganya umumnya.
“gua meyakini terpencil kelebihan pas melimpah pesantren Nan berkualitas, Higienis, dan sungguh-sungguh mengabdikan diri ciptakan mendidik anak bangsa daripada oknum-oknum Nan mengerjakan pelanggaran,” konfirmasi Gus Fahrur.
“dikarenakan itu, mari bersikap adil. Kalau Eksis Nan tidak presisi, ujar pelakunya dan tindak konfirmasi. Tetapi jangan menghukum seluruh pesantren berdua tuduhan Nan Tak proporsional,” sambungnya.
kelebihan berikut, Gus Fahrur menegur bahwa kebebasan berbicara di ruang publik harus dibarengi berdua tanggung respon moral serta Asas informasi Nan Sahih agar Tak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“internal tradisi keilmuan dan etika publik, setiap pernyataan harus didasarkan pada informasi Nan Sahih, bukan Anggapan atau sensasi. Kebebasan berbicara harus disertai tanggung respon moral agar Tak menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Nan telah pas melimpah berjasa distribusi bangsa ini,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan Warta opsi TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 saluran TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp Anda telah terpasang.


Leave a Reply