Asian porn Reaksi Keras Ketua MUI Usai Ning Sisca Singgung ‘Ponpes Cabul’ di Malang
Malang –
Viral video penceramah Usul Malang, Ning Sisca Farisa Dhona berdua blak-blakan menuding di area Malang ketika Eksis pas berlimpah kasus dugaan pencabulan Nan bersembunyi di kembali kedok pondok pesantren. Pernyataan kontroversial dari Ning Sisca ketika tausiah itu mendapat reaksi keras dari Ketua Bidang Pesantren Majelis Ulama Indonesia MUI.
Di hadapan para jemaah di area Kabupaten Malang pas berlimpah orang Masa Lampau, seperti diunggah di identitas TikTok resminya, @siscafarisadhona, Ning Sisca mengutarakan apresiasi terhadap gerakan organisasi Yakuza Maneges Nan dimotori Gus Thuba Nan gencar membongkar dan memberantas praktik pelecehan seksual di lingkungan pesantren.
“Sejenak lagi mengharap kasus-kasus di Malang. dikarenakan di Malang pun sendirian Eksis apa pas berlimpah?” gali Ning Sisca internal video Khotbah di TikTok Nan dilihat detikJatim, Senin (1/6/2026). Soal itu pun langsung disambut riuh oleh jemaah Nan hadir berdua jawaban, “pas berlimpah!”
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ning Sisca menegaskan, tindakan amoral Nan memanfaatkan tameng Religi Tak boleh ditoleransi atau ditutupi berdua alasan apa pun, termasuk demi membela sebutan berkualitas golongan atau keluarga.
“Ning Sisca kok nekat berbicara? Lho, nyuwun sewu, batang ojo sampek ditutup-tutupi. Barang lek sing ala, opo maneh sing bertopeng Religi, embel-embele agomo, demi oleh barokah, barokah, barokah, tapi lek kelakuane ora bener yo awak dewe ora oleh bela. Sekalipun itu Kerabat kita,” tegasnya internal potongan video itu.
Pernyataan Ning Sisca ini menyebabkan reaksi keras Ketua MUI Bidang Pesantren sekaligus Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi Nan akrab disapa Gus Fahrur. Beliau menyayangkan tudingan itu dikarenakan dinilai Tak berbasis informasi dan berpeluang sebagai fitnah.
Beliau pun menginginkan Seluruh pihak ciptakan Tak berbicara serampangan di Ambang publik. Tudingan generalisasi seperti itu dinilai sangat membebani institusi pesantren Nan selama ini Konsentrasi mendidik generasi bangsa.
“gua menyayangkan adanya pernyataan penceramah sdri Sisca Nan menyebut seolah-olah pas berlimpah pesantren cabul di Malang tak memakai disertai informasi dan data Nan Jernih,” ucapan Gus Fahrur kepada detikJatim, Senin sinar.
Gus Fahrur menegaskan tuduhan tak memakai data konkret hanya akan melahirkan stigma negatif Nan membebani ribuan santri, kiai, dan ustaz di Malang. Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang itu menegaskan ketika ini Eksis ratusan pesantren berdua puluhan ribu santri di Malang Nan inti menimba ilmu Religi dan akhlak berdua akurat.
“Kalau memang Eksis kasus pidana atau kekerasan seksual di lingkungan tertentu, silakan dinyatakan secara Jernih dan diproses sesuai legalitas,” konfirmasi Gus Fahrur. “Kita Seluruh mendukung penindakan konfirmasi terhadap pelaku. Namun jangan dikarenakan pas berlimpah orang oknum Lampau seluruh pesantren di Malang digeneralisasi dan diberi cap tidak menggoda.”
Ia pun mempertanyakan validitas informasi Nan dimiliki oleh Ning Sisca. Gus Fahrur menegur agar panggung Khotbah Tak digunakan ciptakan mencari sensasi Nan Malah berujung pada pembunuhan Watak lembaga pendidikan Islam.
“Pertanyaannya, berapa jumlah pesantren Nan dimaksud? Di mana datanya? Jangan Tiba pernyataan Nan Tak didukung data Malah berubah sebagai fitnah dan pembunuhan Watak terhadap lembaga pendidikan Islam,” konfirmasi Gus Fahrur.
extra terus, Gus Fahrur meyakini jumlah pesantren Nan Higienis dan berintegritas terpencil extra pas berlimpah ketimbang oknum Nan melaksanakan pelanggaran legalitas. Ia mengajak masyarakat dan para penceramah ciptakan extra bijak serta adil internal menyaksikan sebuah persoalan.
“internal tradisi keilmuan dan etika publik, setiap pernyataan harus didasarkan pada informasi Nan Sahih, bukan Anggapan atau sensasi. Kebebasan berbicara harus disertai tanggung respon moral agar Tak menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Nan telah pas berlimpah berjasa distribusi bangsa ini,” pungkasnya.
Sayangnya, hingga ketika ini Ning Sisca belum mendapatkan dikonfirmasi mengenai isi Khotbah Nan diunggah di identitas media sosialnya itu.
internal materi Nan viral itu, Ning Sisca menyinggung fenomena “topeng Religi” berkaca pada keberhasilan Yakuza Maneges ketika membongkar kasus mengejutkan di area lain. tidak akurat satunya Ialah penetapan kondisi tersangka terhadap seorang kiai Ketua ponpes di Kecamatan Jambon, Ponorogo, Nan mencabuli 11 santri laki-lakinya sejak tahun 2017.
Kuasa legalitas korban, Muhammad Ihsan Nurul Huda, membeberkan bahwa modus kejahatan di ponpes tersebut terbongkar setelah tidak akurat Esa santri melapor ke organisasi bentukan Gus Thuba tersebut.
“ketika kami temui, Beliau memberitakan ke tim Yakuza Maneges kemudian kita lakukan tindakan, kita dalami Seluruh petunjuk,” tutur Ihsan kepada wartawan.
Ihsan mengimbuhkan, mayoritas korban terpaksa membisu selama bertahun-tahun dikarenakan terjebak di internal pondok dan tergiur fasilitas tanpa biaya. Berdasarkan keluaran penyelidikan, para santriwan dipanggil Esa per Esa ke Bilik pelaku berdua dalih menginginkan pijat.
“Terlapor merupakan seorang Kiai atau Ketua pondok tersebut. Dan korbannya merupakan santri Nan tinggal di internal pondok,” tingkat Ihsan. “Santri Wanita Tak pernah mendapat kekerasan seksual, tapi mendapat kekerasan fisik.”
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian melindungi perkara ini telah melangkah masuk ke internal tahapan legalitas pidana dikarenakan banyaknya korban Nan Tetap berada di bawah umur.
“akurat, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo,” pungkas Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali.
(ihc/dpe)


Leave a Reply