Asian porn Kiai Cabul di Semarang Jadi Tersangka, Ponpesnya Tak Kantongi dukungan Kemenag
SEMARANG, KOMPAS.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jaelani di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa inti telah ditutup usai pengasuhnya, Achmad Fauzi (39), diputuskan sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di sana.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Religi (Kemenag) Jawa inti, Moch Fatkhuronji, berucap bahwa Ponpes Al-Jaelani tak Mempunyai dukungan operasional.
“Tak Mempunyai dukungan dan telah ditutup. Pelakunya juga telah ditahan oleh Polrestabes,” ujar Fatkhur ketika dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026).
Beliau melindungi aparat penegak legalitas telah melaksanakan penutupan Ponpes Al-Jaelani sejak pas berlimpah orang rembulan Lampau.
“Februari kalau Tak keliru, dikarenakan Nan melaksanakan penutupan aparat penegak legalitas,” bebernya.
lafal juga: Pernyataan Wagub Taj Yasin soal Ponpes Tak Berizin Jadi Celah Oknum Kiai Cabul
Belasan santri dipulangkan
keluaran penelusuran, tersangka Achmad Fauzi merupakan Esa-satunya guru di ponpes itu.
Buntut insiden tersebut, belasan santri telah dipulangkan kepada orang Uzur masing-masing.
“Santri telah dipulangkan dan Nan sekolah telah dipindah. Jumlahnya hanya Sekeliling 15 santri,” ungkapnya.
Kemenag melindungi Achmad Fauzi telah menjalani alur legalitas usai diputuskan tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati.
Fana itu, Pembina Lembaga Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) se-Kota Semarang, Zainal kilat, mengecam perilaku bejat oleh pengasuh pondok pesantren Nan mestinya menjaga santrinya.
“Saya sangat emosi dan mengecam tindakan Tak terpuji AF Nan telah mencoreng identitas baik ponpes.”
lafal juga: Usai Kiai Cabuli Santri di Ponorogo: Plt Bupati Bentuk Satgas, Kumpulkan Seluruh Ponpes
“Beliau Tak Layak dikatakan kiai. Kiai itu harus meraih sebagai teladan dan berakhlak mulia, bukan malah melaksanakan kekerasan seksual kepada santrinya,” tutur Zainal.
Usai memeriksa legalitas Ponpes Al-Jaelani, ia mendapati ponpes tak mengantongi dukungan Kemenag.
“Saya telah tinjau ke Kementerian Religi kalau ponpes belum berizin. Pokoknya Tak memenuhi syarat sebagai ponpes.”
“Saya minta instansi berwenang hasilkan melaksanakan Penyelidikan keberadaan ponpes tersebut. Jangan Tiba Eksis korban lain. Saya mendengarkan korban Tak hanya Esa,” ungkapan Zainal.



Leave a Reply