Asian porn Respons PBNU soal Terbongkarnya Ponpes Cabul di Khotbah Ning Sisca
Malang –
Dugaan pelecehan seksual di sebuah pondok pesantren di Bululawang, Malang, diberitakan organisasi Yakuza Maneges ke polisi. lebih sebelumnya, video penceramah Usul Malang, Ning Sisca Farisa Dhona juga viral ketika ia blak-blakan menuding di area Malang Eksis pas melimpah kasus dugaan pencabulan Nan bersembunyi di kembali kedok pondok pesantren.
bagian dalam sebuah unggahan video di akun TikTok pribadinya, Ning Sisca memuji pergerakan Yakuza Maneges Nan dipelopori Gus Thuba bagian dalam membongkar kasus serupa di berbagai area seperti Pekalongan, Ngawi, dan Jember. Ia juga mengklaim bahwa Eksis pas melimpah kasus dugaan pelecehan berkedok Religi Nan menyusuri di area Malang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan kontroversial dari Ning Sisca ketika tausiah itu, mendapat reaksi keras dari Ketua MUI Bidang Pesantren sekaligus Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi Nan akrab disapa Gus Fahrur. ketika itu, Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang ini menyayangkan tudingan Ning Sisca dikarenakan dinilai Tak berbasis informasi dan berpeluang berperan fitnah.
Belakangan, polisi telah merespons laporan Yakuza Maneges. Polisi menentukan Ketua ponpes di kawasan Bululawang, Malang berperan tersangka dan telah menahannya.
Gus Fahrur pada akhirnya izinkan Bunyi menanggapi pengungkapan kasus tersebut. Mengenai keterkaitan antara pengungkapan kasus terbaru berbarengan tudingan Ning Sisca, Gus Fahrur mengevaluasi publik Tak boleh terburu-buru meraih Konklusi sepihak, sebelum Eksis ketetapan legalitas Nan inkrah.
“Terkait apakah pengungkapan ini membuktikan pernyataan Ning Sisca lebih sebelumnya, menurut Saya Tetap terlalu mula ciptakan pas baik Konklusi. Kebenaran harus didasarkan pada bukti dan output alur legalitas Nan mendapatkan dipertanggungjawabkan,” ucapan Gus Fahrur, Senin (15/6/2026).
Ia menginginkan Seluruh pihak ciptakan tetap tenteram dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada polisi. Ia juga mengutarakan apresiasinya terhadap segala bentuk upaya penegakan keadilan demi menjaga para korban.
Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati alur legalitas Nan ketika ini sedang Melangkah di Polres Malang itu.
“Saya menghormati jejak siapa pun Nan Berikhtiar membongkar dugaan tindak pidana demi menjaga korban dan menegakkan keadilan. dikarenakan kasus ini sedang ditangani oleh Polres Malang, sebaiknya kita memberi ruang kepada aparat penegak legalitas ciptakan bekerja secara profesional, Rasional, dan transparan,” ujar Gus Fahrur.
extra terus, Gus Fahrur memberikan catatan agar masyarakat Tak menyamaratakan institusi pesantren dikarenakan ulah oknum tertentu. Ia menegaskan bahwa institusi pendidikan Islam tradisional ini Tetap berperan pilar moral Nan kokoh di Indonesia.
“Nan juga Krusial ciptakan diingat, Kalau dugaan tersebut terbukti, maka itu Ialah kesalahan oknum dan Tak boleh digeneralisasi kepada seluruh pesantren atau para kiai,” tegasnya.
“Kita harus jujur bahwa Tetap berjarak extra pas melimpah kiai dan pengasuh pesantren Nan mengabdikan hidupnya berbarengan penuh keikhlasan, mendidik umat, memelihara akhlak, serta berperan teladan distribusi masyarakat,” imbuhnya.
Gus Fahrur turut mengajak seluruh lapisan masyarakat ciptakan terus mengawal kasus ini demi keadilan korban, berbarengan tetap memelihara situasi kondusif dan menghormati asas Prasangka tak bersalah. alur legalitas Nan adil diharapkan Bisa mengakses tabir kebenaran secara benderang.
(dpe/hil)


Leave a Reply