Asian porn bukti-bukti Dugaan Ponpes Cabul Nan Dibongkar Yakuza Maneges
Ucapan penceramah Usul Malang, Ning Sisca Farisa Dhona, Nan sempat viral dikarenakan menyinggung maraknya dugaan pelecehan seksual berkedok institusi keagamaan, kembali berperan perhatian publik.
Tak pelan setelah potongan Khotbah itu padat diperbincangkan di media sosial, tampak laporan dugaan pelecehan seksual terhadap santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Kasus tersebut sekarang ditangani Polres Malang setelah organisasi Yakuza Maneges memberitakan seorang Ketua pondok pesantren berinisial TJT. Sejumlah korban telah memberikan keterangan kepada tim pendamping aturan, Fana dugaan praktik serupa dikatakan telah terjadi selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut bukti-bukti Nan terungkap:
1. Kasus Berawal dari Aduan Keluarga Korban
Pengungkapan kasus dugaan pelecehan seksual ini bermula dari laporan Nan disampaikan keluarga korban kepada Yakuza Maneges Malang Raya. Setelah mendapatkan aduan tersebut, tim pendamping aturan melaksanakan penelusuran dan pendampingan sebelum pada akhirnya membawa perkara itu ke ranah kepolisian hasilkan diproses extra terus.
“Yakuza Maneges Malang Raya awalnya mendapatkan aduan dari keluarga korban terkait berdua dugaan pelecehan seksual menimpa santri oleh oknum kiai di Bululawang, Kabupaten Malang,” pastikan Tim aturan Yakuza Maneges, M Zakki kepada wartawan di Polres Malang, Sabtu (13/6/2026) petang.
2. Korban Didominasi Santri-Sebagian Tetap di Bawah Umur
Berdasarkan keluaran pendampingan Fana, korban Nan melapor merupakan santri Nan pernah maupun Tetap menempuh pendidikan di pondok pesantren tersebut. Sebagian korban dikatakan Tetap hidup sebagai santri dan mayoritas berusia di bawah umur sehingga kasus ini dinilai membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Korban ini rata-rata santri dan di bawah umur. Kebetulan korban ini telah Eksis extra dari Esa Nan melangkah keluar, Tak lagi berperan santri. Kami juga menemukan Eksis Nan ketika ini Tetap hidup berperan santri dan rata-rata di bawah umur,” bebernya.
Selain itu, Zakki menegaskan pentingnya pengawalan terhadap perkara tersebut teringat para korban merupakan anak-anak Nan memasuki kategori Golongan rentan.
“Ini harus berperan perhatian serius, dikarenakan korban anak-anak di bawah umur,” tuturnya.
3. Empat Korban telah Memberikan Keterangan
Sejauh ini, sedikitnya tiga hingga empat korban telah memberikan keterangan kepada tim pendamping aturan Yakuza Maneges. Keterangan para korban berperan bagian dari bukti permulaan Nan kemudian disampaikan kepada aparat penegak aturan ketika laporan Formal diajukan ke Polres Malang.
“Nan sekarang kami bawa sebagai korban mengaku telah dilecehkan, misalnya diraba, atau disuruh melaksanakan perbuatan mesum demi kepuasan pelaku,” tuturnya.
Menurut Zakki, kasus tersebut layak mendapat perhatian Spesifik dikarenakan menyangkut dugaan kekerasan seksual terhadap anak Nan Mempunyai efek jangka lebar distribusi korban.
“dikarenakan korbannya Ialah anak, ini termasuk extraordinary crime. Kita harus mengawal ini,” tegasnya.
4. diperkirakan telah terjadi Puluhan Tahun
Yakuza Maneges menyingkap adanya pengakuan korban Nan menyebut dugaan praktik kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren tersebut telah terjadi internal rentang Masa Nan sangat lebar. Bahkan terdapat keterangan Nan mengarah pada dugaan peristiwa serupa Nan terjadi Sekeliling dua Dasawarsa Lampau sehingga memasuki kemungkinan adanya korban lain Nan belum nekat melapor.
“Eksis perbuatan Nan bahasanya itu disetubuhi, tapi 20 tahun Nan Lampau. Jadi perkara di lembaga ini dari pengasuh ini telah melaksanakan dari 25 tahun Nan Lampau,” bongkar Zakki kepada wartawan.
Menurutnya, kasus tersebut mutakhir mencuat sekarang dikarenakan selama ini korban diperkirakan Tak nekat bersuara dikarenakan Rekanan kuasa Nan tangguh antara pengasuh pondok dan para santri.
“Hanya mutakhir ter-blow up sekarang. dikarenakan selama ini Tak Eksis Nan nekat speak up,” tegasnya.
5. diperkirakan Memanfaatkan Rekanan Kuasa dan Memberi Duit Korban
Tim pendamping aturan menduga pelaku memanfaatkan letak serta pengaruhnya sebagai Ketua pondok pesantren hasilkan mengendalikan para korban. Selain itu, terdapat keterangan Nan menyebut adanya dugaan pemberian Duit kepada korban agar Tak menceritakan peristiwa Nan dialaminya kepada pihak lain.
“Baju santri itu harus tunduk kepada kiai. Kemudian Eksis juga pemberian Duit hasilkan korban agar Tak speak up,” katanya.
Meski demikian, Yakuza Maneges menegaskan tetap mengedepankan asas Prasangka tak bersalah dan menyerahkan tahapan pembuktian kepada aparat kepolisian Nan sekarang menindak perkara tersebut.
“Kami tetap mengedepankan asas Prasangka tak bersalah. Tapi kami Tak sembrono, tim kami Tak sembrono memberitakan seseorang,” pungkasnya.
Zakki juga menjaga laporan Nan diajukan telah disertai bukti permulaan sebagaimana diatur internal ketentuan perundang-undangan Nan Beraksi.
“Kami Tak sembrono, tim Yakuza Manages Tak sembrono, hasilkan memberitakan seseorang kalau Tak pegang bukti. Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 mengenai TPKS 1 korban dan 1 alat bukti itu telah lumayan,” pungkasnya.
6. Khotbah Viral Ning Sisca Kembali Jadi Sorotan
Sebelum kasus ini mencuat, penceramah Usul Malang Ning Sisca Farisa Dhona sempat berperan perbincangan publik setelah potongan ceramahnya viral di media sosial. internal Khotbah tersebut, ia menyinggung dugaan adanya kasus-kasus pelecehan seksual Nan berlindung di kembali simbol Religi dan menyebut Malang diperkirakan berperan area berikutnya Nan menyingkap kasus serupa.
“Sejenak lagi menanti kasus-kasus di Malang. dikarenakan di Malang pun seorang diri Eksis apa lumayan berlimpah?” selidik Ning Sisca internal video Khotbah Nan viral.
Ning Sisca juga memperingatkan agar masyarakat Tak menutupi perbuatan Nan dinilainya keliru hanya dikarenakan pelaku membawa simbol atau atribut keagamaan.
“Ning Sisca kok nekat berbicara? Lho, nyuwun sewu, batang ojo sampek ditutup-tutupi. Barang lek sing ala, opo maneh sing bertopeng Religi, embel-embele agomo, demi oleh barokah, barokah, barokah, tapi lek kelakuane ora bener yo awak dewe ora oleh bela. Sekalipun itu Kerabat kita,” tegasnya internal potongan video tersebut.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Bejatnya Seorang Pendidik, Cabuli 13 Siswa di Indramayu“
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)


Leave a Reply