Asian porn Sanggah Tudingan Pesantren Cabul, Ketua MUI: pas melimpah Pesantren Berkualitas di Malang
JATIMTIMES – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pesantren Dr H Ahmad Fahrur Rozi menegaskan, pas melimpah pesantren berkualitas di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Pernyataan tersebut sekaligus ditujukan hasilkan menyanggah tudingan seorang pendakwah Religi Islam Nan dikenal berbarengan identitas Sisca Farisa Dhona atau Ning Sisca. Seperti terungkap,Ning Sisca menyebut marak kasus dugaan kiai cabul berkedok pesantren di Malang.
lafal Juga :
10 Maskapai berbarengan Makanan Pesawat Terenak di Bumi 2026, Garuda Indonesia melangkah masuk pendaftaran
“Saya meyakini terpencil kelebihan pas melimpah pesantren di Kabupaten Malang Nan baik, Higienis, dan sungguh-sungguh mengabdikan diri hasilkan mendidik anak bangsa daripada oknum-oknum Nan melaksanakan pelanggaran,” konfirmasi sosok Nan karib disapa Gus Fahrur ini ketika dikonfirmasi JatimTIMES.
Kendati menyayangkan tudingan Nan disampaikan Ning Sisca, Gus Fahrur menjaga tetap mendukung penindakan konfirmasi terhadap pelaku Kalau memang Eksis dugaan kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
“Kalau memang Eksis kasus pidana atau kekerasan seksual di lingkungan tertentu, silakan diungkapkan secara Jernih dan kami mendukung hasilkan diproses sesuai aturan. Namun jangan dikarenakan kelebihan dari Esa oknum, Lampau seluruh pesantren di Malang digeneralisasi dan diberi cap tidak menggoda,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan lebih sebelumnya, beredar video viral ketika Ning Sisca menyebut pas melimpah dugaan kasus kiai cabul Nan berkedok pesantren di Malang. Pernyataan tersebut disampaikan Ning Sisca ketika mengemukakan Khotbah di sebuah program pengajian, sebagaimana Nan terlihat internal video Nan sekarang viral tersebut.
Ning Sisca berucap, kasus dugaan maraknya kiai cabul di pesantren Malang tersebut sekarang sedang ditelusuri oleh Gus Thuba selaku pendiri komunitas sosial-spiritual bernama Yakuza Maneges.
Sebagaimana terungkap, sejak di deklarasikan pada mula Mei 2026, organisasi Yakuza Maneges juga hidup pada Majemuk kegiatan. Termasuk memberikan pendampingan pada kelebihan dari Esa kasus dugaan pelecehan seksual Nan dialami oleh para santriwati di lingkungan pondok pesantren.
Pernyataan Nan disampaikan Ning Sisca itulah Nan kemudian menuai polemik. dikarenakan, hingga ketika ini, Ning Sisca juga Tak mengemukakan bukti dan keterangan pada tudingannya tersebut.
“Di Kabupaten Malang terdapat ratusan pesantren berbarengan puluhan ribu santri Nan setiap saat belajar Religi, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Pertanyaannya, berapa jumlah pesantren Nan dimaksud? Di mana datanya?” ujar Gus Fahrur.
Menanggapi tudingan tersebut, Gus Fahrur juga turut mengajak sejumlah pihak hasilkan Seiring-Baju bersikap adil. Kalau memang Eksis Nan tidak presisi, pihaknya akan mendukung agar pelakunya ditindak konfirmasi sesuai ketentuan aturan Nan Beraksi.
lafal Juga :
Pelajar 14 Tahun Usul Pakisaji Tewas Tenggelam di Embung Babadan Ngajum
“Tetapi jangan menghukum seluruh pesantren berbarengan tuduhan Nan Tak proporsional. Jangan Tiba pernyataan Nan Tak didukung bukti Malah berubah sebagai fitnah dan pembunuhan Watak terhadap lembaga pendidikan Islam,” tandasnya.
Gus Fahrur menyebut, internal tradisi keilmuan dan etika publik, setiap pernyataan harus didasarkan pada keterangan Nan Sahih sehingga bukan Malah sekadar Anggapan atau bahkan sensasi.
“Kebebasan berbicara harus disertai tanggung tanggapi moral agar Tak menimbulkan keresahan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga (pesantren, red) Nan telah pas melimpah berjasa distribusi bangsa ini,” pungkas Gus Fahrur Nan juga sekaligus ketua Pengurus Akbar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang keagamaan ini.
Hingga ketika ini JatimTIMES Tetap memasuki ruang konfirmasi kepada Ning Sisca. Upaya konfirmasi Nan disampaikan wartawan termasuk melalui Facebook Messenger sejak Pekan (31/5/2026) gelap, hingga saat ini, Senin (6/5/2026), belum mendapatkan jawaban.
Di sisi lain, identitas Facebook atas identitas Sisca Farisa Dhona tersebut saat ini juga Tetap hidup memposting program pengajiannya. Fana pada identitas TikTok-nya, Ning Sisca juga Tetap hidup memposting ketika ia berceramah.
Bahkan, postingan Nan menyebut ihwal tudingan marak dugaan kiai cabul berkedok pesantren di Malang Nan di-posting dua saat Lampau saat ini juga Tetap meraih diakses meski telah menuai Majemuk polemik.


Leave a Reply