Skip to content
  • Home

Copyright BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK
  • Home
You are here :
  • Home
  • Uncategorized
  • Asian porn bukti-bukti Dokter Cabul di Bandung, Garut, dan Malang
Uncategorized Article

Asian porn bukti-bukti Dokter Cabul di Bandung, Garut, dan Malang

On October 27, 2026 by yxwbr



Jakarta, CNN Indonesia —

Sejumlah kasus dugaan pelecehan seksual Nan dijalankan dokter terhadap pasien atau keluarga pasien mencuat di extra dari Esa wilayah extra dari Esa Masa belakangan.

Kemenkes hingga Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) pun serap tindakan terhadap dugaan kekerasan seksual oleh dokter terhadap pasien tersebut.

Di RSHS Bandung, pelakunya merupakan dokter residen anestesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lampau di Garut, pelecehan dijalankan dokter kandungan berinisial MSF. Fana di Malang, seorang pasien berinisial QAR disinyalir dijalankan dokter berinisial AY.

CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kasus di extra dari Esa wilayah tersebut:





Kasus di Bandung

Priguna Anugerah Nan inti mengenyam PPDS anestesi di RSHS Bandung disinyalir mengerjakan pemerkosaan terhadap keliru seorang keluarga pasien berinisial FH.

Polisi telah menentukan Priguna sebagai tersangka. Ia mengerjakan tindakan bejatnya berbarengan tapak membius korbannya.

Selain FH, polisi mengaku telah memeriksa dua orang disinyalir korban Priguna. Masing-masing berusia 21 dan 31 tahun.

Dua korban itu merupakan pasien diRSHS Bandung. Peristiwa terwujud pada 10 dan 16 Maret 2025.

“Modus Baju berbarengan dalih akan mengerjakan analisa anestesi dan kedua dijalankan tes alergi terhadap Penawar bius,” ucapan Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Jawa Barat Kombes Surawan extra dari Esa Masa Lampau.

pengelola Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membekukan selama Esa purnama PPDS Anestesi FK Unpad dan RSHS Bandung buntut kasus itu.

Fana Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Majelis Disiplin Profesi (MDP) mencabut surat tanda registrasi (STR) Priguna Nan telah sebagai tersangka.

Kasus dokter di Garut

Polisi menentukan dokter kandungan di Garut, Jawa Barat, Syafril Firdaus (MSF) sebagai tersangka kasus pelecehan seksual.

sebelum itu, di media sosial beredar video tindakan MSF Nan disinyalir mengerjakan pelecehan seksual terhadap seorang wanita ketika pemeriksaan USG.

internal video Nan beredar, terlihat dokter inti memeriksa kondisi kandungan pasien. Namun ketika dijalankan pengecekan, tangan dari dokter tersebut disinyalir menggenggam bagian dada korban.

Setelah dijalankan penyelidikan, MSF pun langsung diamankan oleh jajaran Polres Garut.

Polisi berbisik MSF telah mengerjakan praktik di wilayah Garut sejak 2023 Lampau. disinyalir, tindakan pelecehan seksual itu terwujud pada 2023-2024.

Dari keluaran penyelidikan Fana, terungkap dokter kandungan itu mengiming-imingi USG cuma-cuma terhadap korbannya. Layanan itu disalurkan dokter tersebut di sebuah klinik di Garut secara personal tak memakai tercatat internal pendaftaran Kitab pasien.

“Eksis Nan ditawari USG cuma-cuma atau layanan lainnya,” ucapan Kapolres Garut AKBP M Fajar Gemilang.

Polisi menyebut MSF juga pernah mengetes memperkosa pasien pada Maret 2025.

KKI juga telah menonaktifkan STR MSF buntut kasus itu. Penonaktifan menanti alur penyelidikan polisi.

Kasus dokter di Malang

Seorang Wanita di Kota Malang, Jawa Timur, QAR sebagai korban dugaan pelecehan seksual oleh dokter berinisial AY.

Penasihat legalitas QAR, Satria Marwan berbisik peristiwa itu dialami kliennya di sebuah Griya sakit swasta Persada Hospital.

“peristiwa itu terwujud pada September 2022, Beliau ke Malang hasilkan berlibur Lampau sakit dan tampak ke Griya sakit swasta Nan nomor satu menurut Google,” ujar Satria, Kamis (17/4).

Awalnya, korban mengaku mengeluh sakit sinusitis dan vertigo berat banget. Beliau pun memeriksakan diri ke IGD Griya sakit pada 26 September permulaan masa.

Ia Lampau ditangani seorang dokter IGD berinisial AY. Setelah itu dokter tersebut ternyata menginginkan nomor telepon korban berbarengan alasan hasilkan mengirimkan keluaran pemeriksaan kesehatan pasien.

Sepulangnya ia dari Griya sakit, di masa Nan Baju, mendadak dokter AY lah Nan mengirimkan pesan keluaran pemeriksaan kesehatan. Korban pun kaget Kenapa izinkan nomor Formal Griya sakit Nan mengabarinya.

Setelah peristiwa itu, AY pun secara berikut-menerus mengirimkan pesan kepada kliennya. Hal itu bahkan Tak berhubungan berbarengan persoalan pemeriksaan korban.

Namun, kondisi kesehatan korban ternyata belum membaik. QAR pun ujungnya harus menjalani rawat inap di ruang VIP Griya sakit swasta tersebut selama 27-28 September.

Di situlah, AY disinyalir mengerjakan aksinya. Ia mendatangi QAR Nan sedang sendirian di ruang rawar inap VIP. Padahal Beliau merupakan dokter IGD, dan bukanlah dokter Nan bertugas merawat QAR ketika itu.

“peristiwa dugaan pelecehan itu terwujud 27 September, Beliau di ruang VIP sendirian dan dokternya tampak gunakan busana kasual dikarenakan mungkin sedang Tak bertugas,” katanya.

ketika di ruang Loka QAR dirawat, AY disinyalir menginginkan korban mengakses baju pasiennya, berbarengan alasan Beliau akan mengerjakan pemeriksaan memakai stetoskop.

“Korban merasakan kaget dan Tak mengerti harus berbuat apa. Oknum dokter mengerjakan pemeriksaan dan anehnya stetoskop pas pelan diarahkan di bagian dada,” ujarnya.

ketika itu, AY Lampau memungut ponselnya dan disinyalir memotret tubuh korban. QAR sempat curiga dan menegur, namun terduga beralasan sedang membalas pesan WhatsApp rekannya.

“Korban meyakini ketika itu pelaku sedang memungut gambar di wilayah dada, klien gua langsung mengakhiri bajunya dan bilang ke dokter akan istirahat dikarenakan Capek,” ucapnya.

Fana itu, Supervisor Humas Persada Hospital Malang, Sylvia Kitty, Tak menampik adanya dugaan peristiwa itu.

“Terkait pemberitaan Nan beredar kami memastikan bahwa Nan bersangkutan (dokter AY) Ialah dokter di Persada Hospital,” ucapan Sylvia.

Ia berbisik pihak Persada Hospital telah memungut tapak berbarengan memberhentikan AY Fana Masa, sembari mendalami kasus ini.

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menegaskan segera menindaklanjuti dugaan kasus tersebut.

Ketua KKI Arianti Anaya mengaku Tetap mendalami kasus tersebut. Namun, Beliau menduga kasusnya Baju berbarengan temuan KKI di RS Hasan Sadikin, Bandung.

(yoa/kid)



You may also like

Asian porn Jerat Pidana Memaksa Orang antar Foto Cabul

October 27, 2026

Asian porn Prihatin Kasus Dokter Cabul, Ombudsman Jabar Minta RSHS Sampaikan keluaran Penilaian Internal ke Publik

October 27, 2026

Asian porn Guru Cabul Siswa di Kecamatan Amahai Formal Tersangka dan Ditahan Polisi

October 27, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026

Calendar

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Categories

  • Uncategorized

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress