Asian porn Guru Ngaji di Ponpes Malang disinyalir Cabuli Siswa cowok
Malang –
Seorang guru ngaji berinisial GM (30) Nan mengajar di keliru Esa pondok pesantren di Kota Malang diserahkan kepada pihak kepolisian setelah disinyalir melaksanakan pelecehan seksual sesama jenis terhadap empat santri Pria.
Kanit Pelayanan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menyetujui bahwa kasus tersebut ketika ini center ditangani oleh penyidik.
“ketika ini Tetap tahapan penanganan perkara,” ujar Khusnul melansir detikJatim, Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus dugaan pencabulan tersebut mula sekali diungkap oleh Golongan Yakuza Maneges Malang Raya. Setelah mendapatkan laporan, Golongan itu turut melindungi terduga pelaku sebelum menyerahkannya kepada Polresta Malang Kota.
Pada Senin (27/7) gelap, Yakuza Maneges membawa korban beserta terduga pelaku ke Polresta Malang Kota agar tahapan legalitas meraih segera dimulai melalui tahapan penyelidikan.
Tim legalitas Yakuza Maneges Malang Raya, M Zakki, menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan pengaduan dari sejumlah santri di keliru Esa pondok pesantren di Kota Malang terkait dugaan pelecehan seksual sesama jenis.
Menurut Zakki, para korban awalnya telah memberitakan dugaan peristiwa tersebut kepada Komnas Perlindungan Anak dan Dinas Sosial Kota Malang. Namun, tahapan pengungkapan sempat merasakan hambatan dikarenakan kasus itu mengikutsertakan lingkungan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
“Setelah kami meraih aduan langsung kami beri pendampingan ciptakan melapor ke Polresta Malang Kota. dikarenakan Letak ponpes berada di Kota Malang,” ujar Zakki.
Ia menuturkan bahwa terdapat empat santri Pria Nan berperan korban bagian dalam kasus tersebut, berbarengan keliru Esa di antaranya Tetap berstatus anak di bawah umur.
“Korban empat orang, keliru satunya di bawah umur. Mereka tinggal di ponpes itu,” sebutnya.
Zakki juga memaparkan dugaan modus Nan digunakan pelaku. Berdasarkan keterangan para korban, pelaku disinyalir melaksanakan pelecehan usai mengajar mengaji berbarengan memanggil korban ke sebuah ruangan memanfaatkan alasan Penilaian.
Setelah dugaan tindakan cabul dijalankan, pelaku diungkap memberikan Duit maupun berbagai barang kepada korban agar mereka Tak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang lain.
“Eksis Nan dikasih sesuatu. Eksis yg dikasih Duit, tapi kebanyakan dikasih barang. Dikasih macam-macam. Rata-rata tapi barang,” ucapan Zakki.
Ia menyambung, GM terungkap merupakan keliru Esa pengajar Nan Mempunyai Interaksi tidak terpencil berbarengan pemilik atau pengasuh pondok pesantren.
“Keluarga pondok, tapi bukan pengasuh, bukan pengurus, Tak tahu apakah mengajar ngaji atau melengkapi kajian,” ujarnya.
kelebihan berikut, Zakki menyebut dugaan pelecehan itu Tak hanya terwujud Esa kali. Berdasarkan pengakuan para korban, tindakan tersebut disinyalir dijalankan berulang kali. Ia semoga Satreskrim Polresta Malang Kota segera menuntaskan penanganan perkara tersebut.
“kelebihan dari Esa kali, ya. Nan Jernih kelebihan dari tiga kali,” pungkasnya.
(afb/afb)



Leave a Reply