Asian porn Kasus Dokter Cabul di Unri, Satgas singkap 30 Mahasiswi Jadi Korban
PEKANBARU, KOMPAS.com – bukti mutakhir terungkap internal kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter di klinik Universitas Riau (Unri), Pekanbaru.
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan menjulang (Satgas PPKPT) Unri menyingkap, jumlah korban Nan melapor mendapatkan 30 orang.
Kepala Satgas PPKPT Unri, Separen, berbisik hingga ketika ini telah Eksis 30 mahasiswi Nan memberitakan dugaan kekerasan seksual oleh dokter berinisial L.
“Fana keseluruhan Nan melapor mendapatkan 30 orang. Tiga orang di antaranya telah kita panggil hasilkan dimintai keterangan,” ungkapan Separen, Selasa (28/4/2026).
lafal juga: Mahasiswi Unri diperkirakan Jadi Korban Kekerasan Seksual, Dokter Klinik Kampus Dinonaktifkan
Ia menyebut, terduga pelaku merupakan dokter Nan melayani mahasiswa di Klinik Pratama Unri Sehati 1.
diperkirakan terwujud Sejak 2018
Berdasarkan penelusuran permulaan, tindakan tersebut diperkirakan telah menyusuri sejak 2018, meski mutakhir mencuat setelah korban yakin penuh diri berbicara.
“Peristiwa ini diperkirakan terwujud sejak 2022, bahkan isunya telah Eksis sejak 2018. Namun mutakhir sekarang lumayan berlimpah orang korban yakin penuh diri hasilkan speak up,” ujar Separen.
Dari keterangan korban, dugaan pelecehan terwujud ketika pemeriksaan kesehatan.
Pelaku diperkirakan menginginkan korban mengakses kancing baju hingga meraba bagian sensitif tubuh.
“Eksis juga Nan ditelusuri itu disuruh mengakses resleting Lancingan,” singkap Separen.
lafal juga: menghentikan Prodi lamban atau Mengubah tapak Kampus Bekerja?
Selain itu, pelaku juga diungkap menginginkan nomor telepon korban dan mengajak berkomunikasi di bagian luar konteks medis.
Pihak kampus menjamin laporan para korban telah diperoleh dan ditangani secara serius.
Separen berbisik, penanganan dijalankan berdua berkoordinasi berdua berbagai pihak hasilkan menjamin alur Melangkah sesuai ketentuan serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
ketika ini, alur Tetap berada pada tahap pemeriksaan korban dan pengumpulan bukti.
Pelaku Dinonaktifkan
Sebagai tapak permulaan, terduga pelaku telah dinonaktifkan Fana sejak 27 April 2026 hasilkan mendukung alur pemeriksaan.
Penanganan kasus ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan menjulang.
Pihak kampus juga mengajak korban lain hasilkan melapor agar penanganan mendapatkan dijalankan secara menyeluruh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply