Asian porn disinyalir Terlibat pesan Cabul, 10 Mahasiswa Teknik UGM Dinonaktifkan
Sleman –
Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) menonaktifkan 10 mahasiswa terduga pelaku pesan Nan mengarah ke pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Mahasiswa terduga pelaku tersebut dinonaktifkan dari seluruh kegiatan perkuliahan per masa ini.
“Pagi ini fakultas berencana hasilkan menonaktifkan Fana Seluruh mahasiswa terduga pelaku (dokumen sedang dipersiapkan). akurat (dinonaktifkan mulai masa ini) dokumen penonaktifan 10 mahasiswa terduga segera kami tandatangani,” singkap Dekan FT UGM, Prof Ir Selo, kepada detikJogja lewat pesan kilat, Selasa (29/9/2026).
Adapun Selo menyebut pihaknya telah Berjumpa berbarengan 10 mahasiswa terduga pelaku tersebut kemarin. Ia berbisik pemeriksaan Tetap dikerjakan berbarengan kemungkinan adanya mahasiswa lain Nan ikut terlibat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“gua telah jumpa langsung berbarengan para mahasiswa terduga pelaku. Kemarin Eksis 10 orang, dan kami Tetap berikut melaksanakan pemeriksaan mahasiswa lainnya Nan kemungkinan terlibat. Semuanya angkatan 2024,” terangnya.
lebih sebelumnya, tangkapan display grup pesan mahasiswa di Bagian Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada jadi viral di media sosial. internal tangkapan display Nan beredar, perbicangan mahasiswa tersebut menjurus pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
“Penduduk threads, pilu krn means VIRALNYA kasus PELECEHAN FH UI ga mengubah apa2…
ngejadiin Wanita sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok mendapatkan SEENTENG itu MELECEHKAN Wanita? Malah terjadi lagi di UGM dgn beda oknum ▤▤▤ tolong bantu UP!!,” catat identitas Thread @hmart_lw. Dilihat dikutip detikJogja, Senin (28/9).
internal tangkapan display Nan diunggah, terlihat perbicangan pas melimpah orang mahasiswa tersebut menyertakan ucapan sensitif Nan merendahkan bagian tubuh Wanita. Unggahan tersebut sekarang telah dihapus.
Fana itu dari pihak FT UGM dan DTETI UGM telah meraih pernyataan sikap internal Instagram resminya. detikJogja telah diizinkan hasilkan mengutipnya.
“PERNYATAAN SIKAP FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA (FT UGM) Sehubungan berbarengan adanya tindak Kekerasan Berbasis Gender digital (KBGO) Nan mengikutsertakan mahasiswa, FT UGM mengatakan sikap sebagai berikut:
FT UGM sangat menyesalkan dan mengecam keras terjadinya tindakan kekerasan berbasis gender secara digital di lingkungan civitas akademika. Perbuatan tersebut bertentangan berbarengan ukur-ukur moral, etika, dan integritas Nan dipegang teguh oleh insan terdidik.
FT UGM berkomitmen penuh hasilkan bangkit Seiring korban, serta menjaga tersedianya pendampingan, perlindungan, dan Selera terjamin distribusi korban selama tahapan penyelesaian terjadi.
FT UGM secara hidup mengawal dan mendorong penanganan perkara ini agar diselesaikan secara adil, Rasional, transparan, dan akuntabel sesuai berbarengan regulasi serta mekanisme tata tertib Nan Beraksi di UGM. Hukuman akan disampaikan kepada pelaku secara adil,” catat FT UGM dikutip detikJogja.
Dimintai konfirmasi, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, Prof Dra Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, menyebut pihak kampus inti berproses hasilkan mengusut kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.
“dapat kasih menghubungi gua dan perhatiannya, kasus sedang berproses di satgas Seiring berbarengan universitas,” ujar Yayi kepada detikJogja lewat pesan kilat, Senin (28/9).
Terpisah, juru berbisik UGM, Dr I Made Andi Arsana, juga berbisik hal senada. Ia menyebut pihak kampus melaksanakan penyelidikan dan akan mengutarakan pernyataan extra berikut.
“UGM melaksanakan jejak-jejak Nan cermat dan jiwa-jiwa hasilkan mengusut kasus KGBO ini. Fakultas Teknik telah mengutarakan pernyataan sikap. Koordinasi berbarengan pihak-pihak terkait berikut dikerjakan berbarengan baik agar jejak Nan diambil Pas. Kami akan sampaikan perkembangan di kesempatan pertama,” ucapan Made kepada detikJogja lewat pesan kilat.
(apu/afn)



Leave a Reply