Asian porn Terbongkar Dugaan Ponpes Cabul Malang Nan Viral di Khotbah Ning Sisca
Ucapan penceramah Usul Malang, Ning Sisca Farisa Dhona, Nan sempat viral dikarenakan menyinggung maraknya dugaan pencabulan berkedok pondok pesantren di Malang sekarang sebagai sorotan.
Pasalnya, tak lamban setelah video Khotbah tersebut penuh diperbincangkan, organisasi Yakuza Maneges membongkar dugaan pelecehan seksual terhadap santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Kasus Nan diberitakan ke Polres Malang itu menyeret seorang Ketua pondok pesantren berinisial TJT. Sejauh ini, sedikitnya empat korban telah memberikan keterangan kepada tim pendamping aturan, Fana sebagian korban dikatakan Tetap berstatus santri menyusuri dan berusia di bawah umur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan Formal disampaikan Yakuza Maneges ke Polres Malang pada Sabtu (13/6/2026). Rombongan dipimpin langsung oleh Thuba Topo Broto Maneges atau Nan akrab disapa Gus Thuba. Mereka mendatangi Satuan Reserse Perlindungan Wanita dan Anak (Satres PPA) serta Satuan Reserse Perlindungan Pekerja dan Orang Rentan (Satres PPO) Polres Malang.
Kedatangan rombongan didapat langsung oleh Kasatres PPA dan PPO Polres Malang AKP Yulistiana Sri Iriana. Tak lamban setelah itu, petugas terlihat membawa terduga pelaku menuju ruang penyidikan Satres PPA ciptakan menjalani pemeriksaan kelebihan terus.
Tim aturan Yakuza Maneges, M Zakki menerangkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan Nan disampaikan keluarga korban. Setelah meraih aduan, pihaknya melaksanakan pendampingan aturan sebelum membawa perkara itu ke ranah kepolisian.
“Yakuza Maneges Malang Raya awalnya mendapatkan aduan dari keluarga korban berhubungan berdua dugaan pelecehan seksual menimpa santri oleh oknum kiai di Bululawang, Kabupaten Malang,” pastikan Zakki kepada wartawan di Polres Malang, Sabtu petang.
Menurut Zakki, korban merupakan santri Nan pernah maupun Tetap menempuh pendidikan di pondok pesantren tersebut. Sebagian korban dikatakan Tetap menyusuri sebagai santri dan rata-rata berusia di bawah umur.
“Korban ini rata-rata santri dan di bawah umur. Kebetulan korban ini telah Eksis lumayan melimpah orang Nan meninggalkan, Tak lagi sebagai santri. Kami juga menemukan Eksis Nan ketika ini Tetap menyusuri sebagai santri dan rata-rata di bawah umur,” bebernya.
Berdasarkan pendataan Fana, telah Eksis tiga hingga empat korban Nan memberikan keterangan kepada tim pendamping aturan. dikarenakan mengikutsertakan anak-anak, Zakki mengevaluasi kasus tersebut harus mendapat perhatian serius.
“Ini harus sebagai perhatian serius, dikarenakan korban anak-anak di bawah umur,” tuturnya.
Yakuza Maneges juga menyingkap dugaan bahwa praktik kekerasan seksual tersebut telah terjadi bagian dalam kurun Masa Nan sangat lebar. Bahkan, terdapat pengakuan korban Nan menyebut peristiwa serupa telah terwujud sejak puluhan tahun Lampau.
“Eksis perbuatan Nan bahasanya itu disetubuhi, tapi 20 tahun Nan Lampau. Jadi perkara di lembaga ini dari pengasuh ini telah melaksanakan dari 25 tahun Nan Lampau,” bongkar Zakki kepada wartawan.
Menurutnya, selama ini para korban Tak yakin diri menyingkap peristiwa Nan dialami dikarenakan adanya Rekanan kuasa antara pengasuh pondok dan para santri.
“Hanya mutakhir ter-blow up sekarang. dikarenakan selama ini Tak Eksis Nan yakin diri speak up,” tegasnya.
Zakki menyebut, sedikitnya empat korban Nan ketika ini disertai Yakuza Maneges mengaku merasakan berbagai bentuk pelecehan. Mulai dari tindakan fisik Nan Tak Layak hingga dugaan perbuatan asusila lainnya.
“Nan sekarang kami bawa sebagai korban mengaku telah dilecehkan, misalnya diraba, atau disuruh melaksanakan perbuatan mesum demi kepuasan pelaku,” tuturnya.
Ia mengevaluasi, perkara tersebut meraih dikategorikan sebagai kejahatan eksternal Normal dikarenakan korbannya merupakan anak-anak.
“dikarenakan korbannya Ialah anak, ini termasuk extraordinary crime. Kita harus mengawal ini,” tegasnya.
bagian dalam penjelasannya, Zakki menyebut pelaku disinyalir memanfaatkan letak dan pengaruhnya sebagai Ketua pondok pesantren ciptakan memperdaya para korban. Bahkan, menurut keterangan Nan didapat pihak pendamping, terdapat dugaan pemberian Duit agar korban Tak menceritakan peristiwa Nan dialaminya.
“Baju santri itu harus tunduk kepada kiai. Kemudian Eksis juga pemberian Duit ciptakan korban agar Tak speak up,” katanya.
Meski demikian, pihak Yakuza Maneges menegaskan tetap mengedepankan asas Prasangka tak bersalah dan menyerahkan alur pembuktian kepada aparat penegak aturan.
“Kami tetap mengedepankan asas Prasangka tak bersalah. Tapi kami Tak sembrono, tim kami Tak sembrono memberitakan seseorang,” pungkasnya.
Zakki juga menegaskan bahwa laporan Nan diajukan ke kepolisian telah disertai sejumlah bukti permulaan sesuai ketentuan aturan Nan Beraksi.
“Kami Tak sembrono, tim Yakuza Manages Tak sembrono, ciptakan memberitakan seseorang kalau Tak pegang bukti. Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 terkait TPKS 1 korban dan 1 alat bukti itu telah lumayan,” pungkasnya.
lebih masa lalu, penceramah Usul Malang, Ning Sisca Farisa Dhona, sempat menyinggung maraknya dugaan pelecehan seksual Nan berlindung di balik institusi keagamaan. bagian dalam sebuah video Khotbah Nan viral di media sosial, Ning Sisca menyebut Malang berpeluang sebagai Letak terbongkarnya kasus serupa seperti Nan lebih masa lalu terwujud di sejumlah area lain.
“Sejenak lagi menanti kasus-kasus di Malang. dikarenakan di Malang pun seorang diri Eksis apa lumayan melimpah?” selidik Ning Sisca bagian dalam video Khotbah di TikTok Nan dilihat detikJatim, Senin (1/6/2026).
Pernyataan itu disambut jamaah Nan hadir berdua jawaban “lumayan melimpah”. Ning Sisca kemudian memperingatkan agar tindakan Nan berlindung di balik simbol Religi Tak ditutupi demi alasan apa pun.
“Ning Sisca kok yakin diri berbicara? Lho, nyuwun sewu, batang ojo sampek ditutup-tutupi. Barang lek sing ala, opo maneh sing bertopeng Religi, embel-embele agomo, demi oleh barokah, barokah, barokah, tapi lek kelakuane ora bener yo awak dewe ora oleh bela. Sekalipun itu Kerabat kita,” tegasnya bagian dalam potongan video tersebut.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Berkunjung ke Batu Flower dan Berfoto di Coban Rais, Malang“
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)



Leave a Reply