jateng.jpnn.com, SEMARANG – Bapak santriwati korban pencabulan oleh kiai di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa center, menyingkap mula mula dirinya mengetahui dugaan pelecehan seksual Nan dialami anaknya hingga ujungnya nekat melapor ke polisi.
Orang Uzur korban Nan berinisial H itu berucap kecurigaan itu terlihat setelah putrinya, FA menceritakan adanya perlakuan Nan menyayat hatinya sebagai seorang Bapak.
“mula mula gua nekat laporan ke polisi itu dari keterangan anak gua Nan berhubungan ke arah negatif, Adalah pelecehan seksual,” ujar H ditemui awak media di Kota Semarang, Jumat (8/5).
Menurutnya, FA juga menyebut sejumlah rekan sesama santriwati merasakan perlakuan serupa dari oknum kiai tersebut.
menyimak pengakuan itu, H mengaku mendatangi Esa per Esa rekan anaknya hasilkan menjamin kebenaran kisah tersebut. Hasilnya, keterangan para santriwati dinilai saling pas.
“Seluruh Masa itu Eksis delapan atau extra. Esa per Esa anak-anak tadi, rekan-rekan anak gua, gua datangi hasilkan Penjelasan atau nyocoke apa Nan dikatakan oleh anak gua. ternyata keterangan dari anak-anak tadi pas apa Nan disampaikan anak gua kepada gua,” ujarnya.
Setelah mendapatkan keyakinan, H kemudian memberanikan diri melapor ke kepolisian pada 2024. Namun, Beliau mengaku pilu dikarenakan penanganan kasus dinilai Melangkah lamban.
“gua laporan 2024 itu Melangkah, tetapi lamban-kelamaan entah kenapa kok berikut Tak Eksis titik papar atau kelanjutan dari laporan gua,” ujarnya.



Leave a Reply