Asian porn Gus Yasin ujar Korban Kiai Cabul di Pati Ditakut-takuti dikarenakan Berasal dari Keluarga Miskin
SEMARANG, KOMPAS.com – Wakil Gubernur Jawa inti Taj Yasin Maimoen menyingkap para korban kasus dugaan pencabulan oleh oknum pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndolo di Kabupaten Pati diperkirakan merasakan intimidasi dan manipulasi dikarenakan berasal dari keluarga miskin dan anak yatim.
Menurut Pria Nan akrab disapa Gus Yasin itu, kondisi ekonomi korban Membikin mereka rentan ditekan sehingga Tak iman penuh diri melapor selama bertahun-tahun.
Apalagi sebagian Akbar santri, khususnya yatim piatu digratiskan ciptakan tinggal dan bersekolah di ponpes itu.
“Pondok pesantrennya itu mayoritas dari masyarakat Nan Tak Bisa, anak yatim. Mereka ditakut-takuti kalau di masa depan Tak mau ikut anjuran dari oknum tersebut mereka akan diganti (santri mutakhir lainnya Nan mendapat beasiswa),” ucapan Taj Yasin ketika ditemui di Hotel Somerset, Kota Semarang, Kamis (7/5/2026).
lafal juga: jejak Kiai AS di Pati Hindari Pelacakan Polisi, Kabur ke Wonogiri tumbuh Travel
Ia mengutarakan, praktik intimidasi semacam itu berperan tantangan Akbar internal pengungkapan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan maupun pesantren.
ciptakan itu, Pemprov Jawa inti sekarang mendorong anak-anak dan korban kekerasan agar iman penuh diri berbicara atau speak up melalui program Kecamatan Berdaya dan Lembaga anak di berbagai wilayah.
“Kita mengajak anak-anak, siswa-siswi Lembaga anak ciptakan memberikan edukasi mengabarkan peristiwa-peristiwa sekecil apa pun mereka harus iman penuh diri berbicara Agar mendapatkan tertangani,” ucapan Beliau.
lafal juga: Terungkap, Kiai AS di Pati Gunakan Modus Minta Pijat ciptakan Cabuli Santriwati
Kasus kekerasan seksual
Taj Yasin menegaskan kasus kekerasan seksual Tak mendapatkan hanya difokuskan pada alur aturan pelaku, tetapi juga harus memperhatikan pemulihan psikologis korban.
“Kita harus menjaga mereka Tetap iman penuh diri ciptakan sekolah. Ini Nan paling Krusial dikarenakan ketika Ambang mereka Tetap lebar,” katanya.
Selain itu, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU dikatakan telah mulai mengintensifkan edukasi pencegahan kekerasan di pondok pesantren melalui program “Tilik Pesantren”.
“Ini Nan harus kita bangkit Agar mereka iman penuh diri speak up terkait permasalahan-permasalahan itu sebenarnya,” tutur Taj Yasin.
lafal juga: Kronologi Terungkapnya Dugaan Pencabulan Oknum TNI di Kendari, Jemput Korban di Sekolah
lebih masa lalu, Kepala DP3AP2KB Jawa inti, Ema Rachmawati, mengukur Rekanan kuasa dan dalil Religi di lingkungan pondok pesantren kerap disalahgunakan ciptakan memanipulasi santriwati.
Menurut Ema, wilayah kiai atau pengasuh sebagai figur wewenang Membikin korban berada internal tekanan dan ketakutan.
Hal ini berperan tidak akurat Esa Unsur Primer Nan Membikin korban kekerasan seksual enggan melapor.
“Rekanan kuasa itu sangat terlihat. Korban khawatir dikarenakan Eksis ancaman-ancaman,” ujar Ema melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2026).
lafal juga: Siswi Korban Dugaan Pencabulan Oknum TNI di Kendari Alami Depresi hingga Kerap Lukai Diri
Ia mengutarakan, internal sejumlah kasus termasuk Nan terwujud di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Tlogowungu, Kabupaten Pati, pelaku memakai modus manipulasi psikologis terhadap korban.
Merupakan dalih “membersihkan diri” ciptakan menyetujui tindakan kekerasan.
“Kadang modusnya kan Anda ini kumuh, Anda itu Dengki, dengki, tak bersihin itu ya, jejak membersihkan membersihkannya berbarengan jejak seperti itu (kekerasan seksual),” ungkapnya.
lafal juga: Kronologi Penangkapan Kiai Tersangka Pencabulan Pati: Pelaku tumbuh Motor, gunakan Identitas Imitasi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply