Skip to content
  • Home

Copyright BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK
  • Home
You are here :
  • Home
  • Uncategorized
  • Asian porn Bandung Sepekan: Bus Persib U-18 Diserang hingga ASC Cabul Dipecat
Uncategorized Article

Asian porn Bandung Sepekan: Bus Persib U-18 Diserang hingga ASC Cabul Dipecat

On October 18, 2026 by yxwbr


Bandung –

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Bandung Raya selama sepekan. Mulai dari kasus penyerangan Nan dialami rombongan Persib U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, hingga ASN Pemkot Bandung dipecat gara-gara menghamili pelajar magang.

Berikut rangkuman Warta Bandung Raya sepekan:

Bus Rombongan Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang

peristiwa mengerikan dialami rombongan Persib U-18 pada Pekan (11/10) gelap. Bus rombongan ini diserang ketika berada di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa inti.

Dari informasi mula, penyerangan itu berpengaruh fatal mulai dari kerusakan bus rombongan Pemeran Persib U-18, penganiayaan terhadap pas melimpah orang orang, hingga dugaan penjarahan. Golongan penyerangnya, di media sosial, ketika itu dinarasikan sebagai pendukung keliru Esa tim sepak bola di Indonesia.

Namun dikarenakan Nan paling mengerikan, Media Officer Persib U-18, Pandu Persada dan Personil tim akademi Persib, Ridwan, diinformasikan terpisah berdua rombongan Persib U-18. Ridwan tercapai selamat setelah menumpang di mobil keliru Esa orang Uzur Pemeran Persib U-18. lagian Pandu, tertinggal di Rest Area KM 360 Batang dan pada gelap itu diperkirakan jadi korban penganiayaan.

Pandu memang mendapatkan selamat setelah berlindung di sebuah Loka tambal ban di rest area tersebut. Kasus itu kemudian diinformasikan ke polisi agar mendapatkan diusut tuntas.

Setelah polisi berkurang tangan, seorang Pria berinisial BPA (33) Nan diperkirakan terlibat internal kasus tersebut ujungnya dikendalikan. Pria Usul Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, itu dikonfirmasi merupakan suporter Persija Jakarta.

Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama berucap, BPA ditahan di Gerbang Tol Cikarang Primer setelah polisi menelusuri rekaman CCTV dan menginginkan keterangan sejumlah saksi. Penangkapan tersebut dikerjakan berdua Donasi petugas Patroli lorong Raya (PJR) Tol Cikampek.

“mendapatkan kami pastikan (suporter Persija), dikarenakan kemarin ketika dikendalikan, kami juga jumpa Korlapnya, itu telah kami omongkan, tapi dari Korlap juga telah berbicara, itu di eksternal tanggung jawabnya, dikarenakan itu telah melaksanakan suatu tindak pidana,” ungkapan Bintoro ketika ditemui detikJateng di Mapolresta Batang, Senin (12/10/2026).

BPA tiba di Mapolresta Batang Sekeliling pukul 12.00 WIB berdua pengawalan polisi. ketika berkurang dari mobil, Pria berambut pendek itu tampak menunduk dan Tak berbicara, berdua kedua tangan terborgol di Ambang.

Ia mengenakan kaus oblong berwarna oranye bertuliskan “PERSIJA selamanya”. Setelah digiring ke ruang pemeriksaan, BPA juga diajak ciptakan menjalani pemeriksaan urine.

Polisi menduga langkah penyerangan tersebut mengikutsertakan sejumlah orang, meski sejauh ini mutakhir BPA Nan tercapai dikendalikan. Penyidik Tetap memeriksa rekaman CCTV dan menginginkan keterangan saksi dikarenakan sebagian rekaman belum memperlihatkan pelaku secara Jernih.

“Dugaan Fana Eksis pas melimpah orang pelaku, tapi ciptakan kejelasan pelakunya, kami memeriksa CCTV dan saksi-saksi. mutakhir Esa Nan kami amankan dikarenakan Eksis juga CCTV Nan Tetap buram atau Tak Jernih,” ungkapan Thio.

Dari pemeriksaan mula, BPA teridentifikasi merupakan suporter Persija Nan sebelum itu menonton pertandingan sepak bola di Yogyakarta. internal perjalanan kembali menuju Jakarta, rombongannya berhenti di Rest Area KM 360 Batang, Loka rombongan Persib U-18 juga singgah setelah membuntuti pertandingan di Solo.

Menurut polisi, pertemuan kedua rombongan itu diperkirakan menyebabkan langkah penyerangan. Sejumlah orang dikatakan mengenali bus Nan membawa suporter Persib atau Viking, kemudian meneriaki rombongan tersebut sebelum insiden perusakan terwujud.

“Ketika Berjumpa di rest area, mereka tahu, ‘Oh, ini bus Viking’, ujungnya diteriaki-teriaki dan terjadilah tindak pidana tersebut,” Jernih Thio.

Polisi menduga tindakan tersebut dipicu fanatisme terhadap klub sepak bola. BPA diperkirakan ikut melaksanakan pelemparan batu ke arah bus rombongan Persib U-18.

“Motifnya dikarenakan fanatik terhadap suporter bola,” ujarnya.

Fana itu, Pandu Persada, Media Officer Persib U-18, menceritakan bagaimana teror itu terwujud. ketika peristiwa, Beliau sebagai keliru Esa korban penyerangan Nan dialami rombongan Pemeran ‘Maung Ngora’.

Sebelum suasananya sebagai kacau, Pandu berucap ketika itu rombongan Persib U-18 sedang beristirahat setelah melakoni laga Lawatan melawan Garuda United pada kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Stadion UNS, Solo, Pekan (11/10/2026). Setibanya di Rest Area KM 360 Batang, rombongan Tak curiga meski di Loka Nan Baju Eksis Golongan suporter klub keliru Esa tim sepak bola di Indonesia.

“Memang pengetahuan Saya, enggak Eksis gitu kita interaksi Baju sekali berdua mereka (Golongan Nan menyerang). Cuman ketika kita berkurang, mereka mungkin ujungnya engeuh gitu bahwa ini tuh rombongan Persib,” ungkapan Pandu.

Hanya saja, sebelum berkurang dari bus, Pandu sempat diwanti-wanti pas melimpah orang orang bahwa Eksis Golongan suporter di Rest Area Batang. Namun, Pandu merasakan Baju selama Beliau dan mereka Tak saling mengganggu.

“Saya sempat dikasih warning Baju Esa official bahwa ini Eksis keliru Esa Golongan suporter. Tapi ya udahlah, enggak apa-apa. Orang kita enggak ganggu, simpel-mudahan mereka juga enggak ganggu,” singkap Pandu.

Kekacauan pun tiba dan tak mendapatkan Pandu hindari. Setelah kembali ke bus dan berencana meneruskan perjalanan ke Bandung, keliru seorang rombongan Persib U-18 ditarik sejumlah orang dan dugaan penganiayaan itu pun tak mendapatkan Pandu Tangkal.

“Itu udah di bus, di situ Eksis keliru Esa rekan Nan udah mulai ditarik awalnya. Saya lepasin Beliau, Perintah melangkah masuk ke bus, nah Residu Saya Nan udah terlanjur dikerubungin Baju Nan lain,” ungkapnya.

“Jadi memang kita Susah Beralih, ujungnya Eksis permintaan dari mereka Lakukan copot baju atau jaket, Saya ikuti. Tiba ujungnya Saya digebuk, berikut keliru Esa di antara mereka ujungnya Eksis Nan minta Saya kesana,” tambahnya.

ketika kekacauan terwujud, Pandu kabur menyelamatkan diri ke sebuah Loka tambal ban. internal situasi penuh ketegangan, Pandu hanya semoga diberi pertolongan hingga ujungnya orang-orang itu pelan mulai bubar.

“Nah di situlah Nan ujungnya Saya mendapatkan menyelamatkan diri, Eksis keliru Esa Loka tambal ban jadi Saya lari ke situ. Ya udah rekan-rekan di sana mau bantu, kooperatif ujungnya, Saya mendapatkan menyelamatkan diri,” katanya.

“Jadi ya ini kembali lagi, ini bukan sepak bola. Ini pure kriminalitas ya, simpel-mudahan seperti Nan tadi Pak Wali sampaikan polisi mendapatkan menemukan pelakunya,” tegasnya.

dikarenakan peristiwa itu, Pandu merasakan luka di sejumlah bagian tubuhnya. Bekas luka itu pun Tetap terlihat di bagian Paras, pelipis, hingga bagian belakang kepalanya.

“simpel-mudahan ya, meskipun ini Susah dikarenakan memang ketika peristiwa itu orangnya pas melimpah banget. Lampunya juga redup, jadi Saya juga Nyaris enggak mendapatkan menyaksikan gitu orang-orangnya dikarenakan ditutup wajahnya, jadi memang enggak mendapatkan dikenali. Tapi simpel-mudahan kalau itu akurat ya, simpel-mudahan ini jadi kabar berkualitas Lakukan kami di tim agar mendapatkan alami yakin diri lagi agar kelebihan merasakan enak lagi,” tandasnya.

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Sumedang

kabar hilangnya Yogi Sarapudin (35), Pria Nan berprofesi sebagai sopir taksi digital, berujung pada pengungkapan kasus Nan mengejutkan di Kabupaten Sumedang. Yogi terungkap tewas terkubur, Fana penyelidikan polisi mengarah pada dua orang Nan belakangan terlibat internal kematiannya.

internal perkembangan kasus tersebut, utang Rp 25 juta mencuat sebagai motif Fana Nan diungkap polisi. Dua orang pun ditahan dan ditentukan jadi tersangka, Fana sejumlah bukti pelan dibeberkan pihak kepolisian.

Semuanya bermula ketika jasad Yogi terungkap terkubur di perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Padahal terpencil sebelum itu, korban diinformasikan menghilang oleh keluarga kepada polisi sejak Kamis (8/10).

Setelah penemuan itu, polisi menangkap dua orang Adalah AD (30) serta MIN (17), dan langsung menetapkannya jadi tersangka. output pemeriksaan menegaskan bahwa keduanya telah mengagendakan pembunuhan tersebut dikarenakan ADS sengaja memesan transportasi kepada korban.

“Awalnya dikarenakan Yogi korban ini mempunyai pekerjaan sebagai sopir digital R4 (roda empat), Kemudian melalui keliru Esa platform si ADS ini memesan dikarenakan dari platform tersebut si tersangka mendapatkan memesan berdua menegaskan inisial driver dan nomor kendaraannya sehingga langsung nyambung (ke korban),” ujar Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Usep Sudirman di Mapolres Sumedang, Senin (12/11/2026).

Usep mengemukakan, tersangka atas inisial ADS telah terkoneksi berdua korban. Mereka ujungnya Berjumpa hingga meneruskan perjalanan sesuai titik Nan ditentukan oleh tersangka. Namun, pertemuan keduanya itu sempat diwarnai cekcok.

Setelah percekcokan antara tersangka ADS dan korban, mereka pun sempat bercerai. Akan tetapi, ADS merasakan kesal dan mengajak tersangka berinisial MIN ciptakan kembali memesan transportasi daring Nan tentunya kembali mengarah kepada korban. ketika itu, tersangka ADS kembali memesan dikarenakan beralasan Mau bekerja ke wilayah Cimalaka. Bahkan korban Seiring berdua kedua tersangka sempat berdiam ciptakan meminum kopi bareng.

“Kemudian tersangka mempunyai niat jahat Beliau pesan lagi pesan lagi In Drive pemiliknya korban dan nyambung lagi, tetapi pada ketika itu si tersangka telah membawa temannya. Temannya Nan berinisial MIN. Dipesan tumbuh bertiga ke wilayah Cimalaka di sana itu berdua alasan bahwa tersangka ini mempunyai pekerjaan ciptakan perbaikan beko. Di sana Masa Tetap cerah di wilayah galian Cimalaka, Tetap cerah sehingga Tetap kopi-kopi di keliru Esa warung kopi, bertiga,” ucapnya.

Menurut Usep, pada ketika masa mulai redup, petaka ciptakan Yogi pun terwujud. Mereka Nan mulanya bertiga sedang mengobrol, kedua tersangka ADS dan MIN pun langsung mengikat korban secara paksa. Tak Tiba di situ, leher korban juga dijerat memakai kabel baja hingga tindakan penganiayaan pun terwujud.

“telah memasuki gelap barulah dieksekusi istilahnya dikerjakan pertama diikat berdua tambang. Kemudian si tersangka Nan kedua menjerat lehernya berdua kabel baja diikat lehernya Itu Tetap berontak, kemudian Baju si ADS ini diikat tangannya dari tangannya berontak Tiba dipukulin oleh si MIN Tiba dijerat lehernya,” ungkapan Usep.

Usep meneruskan, korban kemudian diajak oleh kedua tersangka memakai mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi Z-1763-BB Nan tak lain milik korban. Di internal mobil, Usep mengemukakan berdasarkan output keterangan dari tersangka, korban diperkirakan telah meninggal Bumi ketika telah berada di internal mobil.

“Setelah itu diajak ke internal mobil dikonfirmasi internal mobil ini si korban telah meninggal Bumi. Tapi sempat muntah darah sehingga di internal mobilnya Eksis bercak-bercak darah Itu muntahan dari si korban Itu keterangan dari tersangka,” katanya.

Usai menjamin korban meninggal Bumi, kedua tersangka pun langsung mencari Loka ciptakan menyembunyikan jasad korban. Dugaan Usep bahwa kedua tersangka telah mengagendakan pembunuhan ini pun makin Konkret. dikarenakan, tersangka telah menyiapkan cangkul Nan digunakan ciptakan mengubur korban. Sebuah gubuk Nan berada di area perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, pun dipilih tersangka ciptakan menguburkan korban.

“Setelah dikonfirmasi meninggal barulah si korbannya diajak mencari-mencari Loka. Awalnya ke Cibugel masa lalu ya di sana Tak memungkinkan, berikut berangkat ke Letak kedua, Letak kedua pada ketika jalannya di internal mobil itu kelihatan Eksis gubuk Itu langsung digali,” katanya.

“Jadi si tersangka ini telah mempersiapkan diri Eksis cangkul, Eksis jeratannya telah dipersiapkan sehingga pembunuhan ini Akbar kemungkinan telah disiapkan. Di Letak kedua lah si korban ini dikubur turun kelebihan kedalaman 1 meter,” ucapnya.

Usai mengubur korban, kedua tersangka berniat Mau memasarkan kendaraan korban dan hasilnya akan dibagi dua. Akan tetapi, ungkapan Usep, program mereka belum terlaksana dikarenakan keburu diungkap polisi.

internal perkara ini, Usep juga menuturkan Kalau komunitas pengemudi daring maupun kerabat sesama pengemudi berperan Krusial internal membongkar kasus ini. dikarenakan, para komunitas maupun kerabat Nan menemukan kali pertama kendaraan mobil milik korban di wilayah Baginda.

“Hilangnya korban ini kan padat disebar di grup-grup, kemudian mereka menemukan mobil korban dan di dalamnya Eksis ADS dan kemudian diserahkan ke kita. Itulah awalnya penyelidikan sehingga kita mendapatkan Sigap membongkar. Jadi peran Krusial dari rekan-rekan ojol dan korban internal membongkar kasus ini,” katanya.

Fana itu dari output penyelidikan Fana polisi, pembunuhan ini terwujud dikarenakan korban Mempunyai utang sebesar Rp 25 juta kepada tersangka ADS Nan dipinjamnya sejak tahun 2023.

“Motif Fana dari dugaan pembunuhan dan pencurian dan kekerasan itu dari ekonomi. Dari keterangan tersangka, tersangka Primer Ialah ADS bahwa motifnya Ialah dari utang ke utang itu Fana,” pungkas Usep.

Dari pengungkapan ini, polisi tercapai melindungi barang bukti Nan di antaranya cangkul, mobil milik korban, serta kabel baja. dikarenakan perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 459 Jo pasal 20 huruf c atau pasal 479 Bagian 4 dan atau pasal 458 Bagian 1 Jo pasal 20 huruf c undang-undang nomor 1 tahun 2023 mengenai KUHPidana berdua ancaman hukuman pidana Wafat atau penjara seumur Hayati atau dipidana penjara paling lamban 20 tahun.

Preman Kampung Nan Ngamuk-Palak Pengemudi di Cililin ditahan

Royan Sulaeman (31) alias Gayung tak berkutik ketika digelandang ke Mapolsek Cililin. Pelariannya berakhir usai aksinya ngamuk-ngamuk ketika memalak seorang pengemudi mobil viral di media sosial.

Pemuda Nan berprofesi sebagai sopir angkot itu memaksa seorang pengemudi grandmax memberikan Duit sembari meraih ungkapan-ungkapan konfirmasi. Gayung terlihat emosi sembari Berjuang merusak kaca mobil di sisi pengemudi dan mematahkan bagian spion sebelah kanan.

Kapolsek Cililin, Iptu Isman Rusmandijanto berucap tersangka Gayung dikendalikan 1×24 jam usai aksinya viral. Ia dikendalikan di Griya pamannya di wilayah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (15/10/2026).

“Pelaku Nan melaksanakan langkah premanisme di lorong Citapen telah kita amankan tadi cerah. dikendalikan di Griya pamannya,” ungkapan Isman ketika dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Isman berucap ketika ini pihaknya Tetap memeriksa preman kampung tersebut. Namun berdasarkan pengakuan Fana dari tersangka, ia menginginkan Duit dan rokok pada sopir Nan jadi korbannya.

“Kita Tetap dalami terkait motifnya apa, Hanya Fana ini Beliau telah menyetujui bahwa melaksanakan pemerasan, pengancaman, dan perusakan. Beliau ngaku minta rokok dan Duit pada korban,” ungkapan Isman.

Korbannya atas identitas Rio Jayadi Kusumah ketika peristiwa sedang mengemudikan mobil dari arah Cililin menuju Cimahi. Di Letak peristiwa, ketika mobilnya berhenti dikarenakan Stagnan seketika tersangka Gayung tiba menginginkan Duit dan rokok Sembari kesal-kesal.

Lantaran kemauannya tak dituruti korban, tersangka mengamuk berdua Berjuang merusak kaca bagian pengemudi. Tersangka juga mematahkan spion mobil tersebut sehingga korban merasakan kerugian Rp3 juta.

Geger Suami Ngamuk di Ambang Istri-Anak Balita gegara Judol

Polisi ujungnya melindungi suami Nan viral ngamuk-ngamuk di Ambang istri dan anaknya Nan Tetap balita di sebuah kos-kosan di Kampung Burujul, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

langkah tak terpuji Pria berinisial CMS itu terwujud pada Pekan (11/10/2026) Sekeliling pukul 20.00 WIB. Fana Nan bersangkutan dikendalikan personel Polsek Margaasih pada Selasa (13/10/2026) gelap.

“ciptakan Nan bersangkutan (CMS) telah dikendalikan, tadi gelap,” ungkapan Kapolsek Margaasih, Kompol Kartono Gumilar ketika dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

ketika ini, CMS sedang menjalani pemeriksaan mendalam terkait motif dari langkah ngamuk-ngamuk Nan ia lakukan berujung terlukanya sang anak. Berdasarkan informasi dari sang istri, pemicunya dikarenakan sang suami kesal dikarenakan kecanduan judi digital.

“Nan Jernih sekarang Tetap pemeriksaan, kita dalami motifnya. Kemarin kita telah kumpulkan keterangan dari istrinya, sekarang dari Nan bersangkutan,” ungkapan Kartono.

sebelum itu, video CMS ngamuk-ngamuk di Ambang istri dan anaknya viral di media sosial. Tak hanya mengamuk berdua melontarkan ungkapan-ungkapan konfirmasi, CMS juga teridentifikasi merusak perabotan di kos-kosan Loka peristiwa perkara hingga kaca pecah dan serpihannya mengenai bagian kepala sang anak.

Sang istri lewat unggahannya di identitas instagram @mompahh_ , menyebut ngamuknya sang suami dikarenakan kecanduan judi digital. Namun sang suami Nan Tak dapat, kemudian tumbuh pitam dan melaksanakan perusakan barang di Griya hingga mengenai sang anak.

“Ditambah lagi setelah peristiwa itu videonya viral. Memang Eksis luka pada anaknya dikarenakan perusakan barang Nan dikerjakan lelakinya,” ungkapan Kartono.

Tiba ujungnya, kasus KDRT ini berakhir Tenteram. perjanjian Tenteram disaksikan langsung pihak kecamatan.

“Betul, telah Tenteram antara suami dan istri tersebut. Disaksikan oleh pihak kecamatan dan desa dihadiri langsung oleh Nan bersangkutan kemarin,” ungkapan Kapolsek Margaasih, Kompol Kartono Gumilar ketika dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Kartono berucap perdamaian tersebut dikerjakan tak memakai Eksis paksaan, melainkan berdasarkan permintaan langsung dari pihak istri setelah berkomunikasi berdua pihak keluarga.

“Permintaan langsung dari pihak Wanita, menginginkan ciptakan difasilitasi mediasi berdua lelakinya dan ujungnya disepakati berdamai,” ungkapan Kartono.

Namun, pihaknya mengultimatum CMS agar Tak berurusan lagi berdua judi digital dan memelihara sikap serta perbuatannya terhadap istri dan juga anaknya.

“Ya kita tegaskan lelakinya Tak boleh lagi bersentuhan berdua judi digital, memelihara kelakuannya kepada anak dan istrinya. Kemudian diingatkan juga kepada istrinya agar bijak bermedia sosial,” ungkapan Kartono.

ASN Pemkot Bandung Dipecat gegara Kasus Asusila

Seorang ASN Pemkot Bandung harus dipecat dari jabatannya. Beliau diberi Hukuman konfirmasi dikarenakan tersandung kasus asusila setelah diperkirakan menghamili seorang pelajar Nan sedang magang di kantornya.

Informasi Nan dihimpun detikJabar, kasus ini telah terwujud pas melimpah orang tahun Nan Lampau. Surat pemecatan terhadap ASN itu pun telah dikeluarkan pada 29 Agustus 2025.

Berdasarkan penelusuran detikJabar, ASN itu berinisial AS. Beliau Lampau menggugat surat pemecatan itu pada November 2025, namun di inti lorong, tepatnya pada Desember 2025 memutuskan ciptakan mencabut gugatannya.

dikarenakan masalah itu, AS diberi Hukuman disiplin berupa pemberhentian berdua hormat Tak atas permintaan seorang diri. Namun dikarenakan Nan bersangkutan menggugat surat pemecatan itu, Beliau ujungnya diberi Hukuman pemecatan berdua Tak hormat (PTDH).

Kasus ini turut dibenarkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Meski Tak secara gamblang, Farhan mengaku setiap saat mendapat informasi mengenai pelanggaran etik hingga asusila Nan dikerjakan bawahannya.

“Secara periodik, Saya sebagai wali kota setiap saat mendapatkan perbarui mengenai pelanggaran-pelanggaran susila dan pelanggaran etika Nan dikerjakan oleh ASN Kota Bandung. Dan apabila memang pembinaan Tak tercapai, maka berdua sangat terpaksa kami lakukan pemberhentian,” katanya di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2026).

Menurut Farhan, Hukuman beban itu Tak secara otomatis dijatuhkan kepada ASN Nan melanggar regulasi. Pelanggar tersebut menurutnya, diberi kesempatan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum Hukuman pemecatan itu ditentukan.

“Tapi gini, tahapan pemberhentian itu Tak terungkap sekali langsung sikat, itu enggak. Tapi memang mesti Eksis perbaikan. Kemudian apabila telah diberi kesempatan perbaikan atau direhabilitasi Tetap melaksanakan hal-hal Nan seperti itu, ya toleransi telah Tak Eksis lagi, maka diberhentikan,” ucapnya.

“Iya, dikarenakan itu (dipecat berdua hormat jadi Tak hormat gara-gara tersandung kasus asusila). dikarenakan telah kita berikan kesempatan Nan pas, kita bukan sekadar merehabilitasi, bahkan memulihkan kembali ya dari Hukuman administrasi. Tapi ternyata terwujud lagi pengulangan, ya terpaksa diberhentikan,” tambahnya.

Atas kasus ini, Farhan pun memberikan imbauan kepada seluruh ASN di Pemkot Bandung. Ia semoga, sebagai pejabat publik, para ASN harus memelihara etikanya berdua penuh tanggung respon.

“Jadi gini, kepada seluruh ASN, bagaimanapun juga ASN ini bukan malaikat. Orang juga tentu Eksis kekurangan, namun bagaimanapun juga ASN ini Ialah pejabat publik Nan diperhatikan oleh masyarakat sehingga harus Mempunyai standar etika Nan kelebihan menjulang dari rata-rata. Saya sangat mengharapkan seluruh ASN Mempunyai standar etika Nan menjulang ciptakan kebaikan kita Seluruh,” pungkasnya.

You may also like

Asian porn Polisi Nuhon Banggai Tangkap Tersangka Cabul Anak di Bawah Umur

October 18, 2026

Asian porn Usai Viral, Oknum Guru Ngaji Cabul diamankan Polisi

October 18, 2026

Asian porn Fraksi PKB Kota Bekasi Kecam Oknum Guru Cabul di Pesantren

October 18, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026

Calendar

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Categories

  • Uncategorized

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright BOKEP JEPANG TANPA SENSOR VIRAL TERBAIK 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress