Asian porn Obrolan Cabul di WAG Berujung 10 Mahasiswa FT UGM Dinonaktifkan
Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) menonaktifkan 10 mahasiswa terduga pelaku pesan cabul Nan melecehkan mahasiswi di WhatsApp grup (WAG). Para mahasiswa itu dinonaktifkan selama 1,5 purnama dan mendapatkan diperpanjang Kalau pemeriksaan kasusnya belum berakhir.
“Sebelum Hukuman penutup ini diketuk oleh Satgas PPKS UGM, internal Masa 1,5 purnama ke Ambang. tidak melangkah ini mendapatkan diperpanjang Kalau diperlukan, misalnya PPKS belum berakhir mengerjakan pemeriksaan,” ucapan Dekan FT UGM, Prof Ir Selo, kepada detikJogja lewat pesan lekas, Selasa (29/9/2026).
Mahasiswa Angkatan 2024
Selo menegaskan, para mahasiswa terduga pelaku tersebut dinonaktifkan dari seluruh kegiatan perkuliahan mulai Selasa (29/9). Ia menegaskan pihaknya telah Berjumpa berdua 10 mahasiswa terduga pelaku tersebut pada Senin (28/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pagi ini fakultas berencana ciptakan menonaktifkan Fana Seluruh mahasiswa terduga pelaku (dokumen sedang disiapkan). akurat (dinonaktifkan mulai masa ini), dokumen penonaktifan 10 mahasiswa terduga segera kami tandatangani,” ujar Beliau, kemarin.
“gua telah berjumpa langsung berdua para mahasiswa terduga pelaku. Kemarin Eksis 10 orang, dan kami Tetap berikut mengerjakan pemeriksaan mahasiswa lainnya Nan kemungkinan terlibat. Semuanya angkatan 2024,” imbuhnya.
Member WAG Puluhan Orang
Dekan FT UGM, Prof Ir Selo menyingkap, grup WhatsApp tersebut berisikan terduga pelaku dan sejumlah mahasiswa lainnya.
“Dari pengakuan terduga, dan informasi Nan gua mendapatkan dari pertemuan tersebut (berdua terduga pelaku), WAG (WhatsApp grup) dibentuk ciptakan keperluan Obrolan terkait berdua tugas-tugas kampus dan anggotanya berjumlah 40 orang, sejak lumayan berlimpah orang purnama setelah kuliah dimulai,” ucapan Selo kepada detikJogja, Selasa (29/9/2026).
“Tetapi itu pengakuan para terduga, gua belum menjamin kebenarannya,” lanjutnya.
Selo berbisik pesan cabul mahasiswa Nan melecehkan mahasiswi telah melangkah sebelum April 2026. perbicangan cabul di grup WhatsApp itu telah berhenti sejak viralnya kasus pelecehan seksual via perbicangan grup oleh mahasiswa Fakultas aturan (FH) Universitas Indonesia.
“gua juga mendapat informasi bahwa perbicangan di grup telah berhenti di purnama April 2026, ketika kasus di FH UI viral. Screenshoot atas perbicangan Nan beredar melebar di medsos Ialah perbicangan sebelum April 2026,” ujarnya.
Adapun terkait terbongkarnya kasus ini ke ranah publik, Selo mengaku pihaknya berkoordinasi berdua Satgas PPKS UGM Tetap mengerjakan Penyelidikan kelebihan berikut.
Isi pesan Cabul
Diberitakan sebelum itu, media sosial dihebohkan adanya tangkapan screen pesan di grup WhatsApp (WAG) mahasiswa di Bagian Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik (FT) UGM Nan berisi materi pelecehan seksual. internal unggahan di Thread, nampak pesan Personil grup melecehkan bagian tubuh seorang mahasiswi.
“Penduduk threads, murung krn means VIRALNYA kasus PELECEHAN FH UI ga mengubah apa2…
ngejadiin Wanita sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok mendapatkan SEENTENG itu MELECEHKAN Wanita? Malah melangkah lagi di UGM dgn beda oknum ▤▤▤ tolong bantu UP!!,” catat identitas Thread @hmart_lw dikutip detikJogja, Senin (28/9/2026).
Seperti Nan beredar, tampak lumayan berlimpah orang pesan dari Personil grup Nan membahas mengenai bagian tubuh seorang mahasiswi di kampus. berdua gamblang pesan Personil grup menyebut sebutan mahasiswi dan bagian tubuh Nan dimaksud tersebut.
Fana Personil lainnya turut menimpali berdua menyebut bagian tubuh tersebut. Unggahan tersebut sekarang telah dihapus.
Terkait berdua peristiwa itu, juru berbisik UGM, Dr I Made Andi Arsana, menuturkan pihak kampus mengerjakan penyelidikan dan akan mengemukakan pernyataan kelebihan berikut.
“UGM mengerjakan jejak-jejak Nan cermat dan jiwa-jiwa ciptakan mengusut kasus KGBO ini. Fakultas Teknik telah mengemukakan pernyataan sikap. Koordinasi berdua pihak-pihak terkait berikut dikerjakan berdua baik agar jejak Nan diambil Pas. Kami akan sampaikan perkembangan di kesempatan pertama,” ucapan Made kepada detikJogja lewat pesan lekas, Senin (28/9).
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM, Prof Dra Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, ketika dimintai konfirmasi menyebut pihak kampus inti berproses ciptakan mengusut kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.
“raih kasih menghubungi gua dan perhatiannya, kasus sedang berproses di satgas Seiring berdua universitas,” ujar Yayi kepada detikJogja lewat pesan lekas, Senin (28/9).
internal tangkapan screen Nan diunggah, terlihat perbicangan lumayan berlimpah orang mahasiswa tersebut menyertakan ucapan sensitif Nan merendahkan bagian tubuh Wanita. Unggahan tersebut sekarang telah dihapus.
Pernyataan Sikap FT UGM
Fana itu pihak FT UGM dan DTETI UGM telah mengemukakan pernyataan sikap internal Instagram resminya. detikJogja telah diizinkan ciptakan mengutipnya.
“PERNYATAAN SIKAP FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA (FT UGM) Sehubungan berdua adanya tindak Kekerasan Berbasis Gender digital (KBGO) Nan menyertakan mahasiswa, FT UGM menegaskan sikap sebagai berikut:
* FT UGM sangat menyesalkan dan mengecam keras terjadinya tindakan kekerasan berbasis gender secara digital di lingkungan civitas akademika. Perbuatan tersebut bertentangan berdua evaluasi-evaluasi moral, etika, dan integritas Nan dipegang teguh oleh insan terdidik.
* FT UGM berkomitmen penuh ciptakan bangkit Seiring korban, serta menjamin tersedianya pendampingan, perlindungan, dan Selera terlindungi sebar korban selama tahapan penyelesaian melangkah.
* FT UGM secara melangkah mengawal dan mendorong penanganan perkara ini agar diselesaikan secara adil, Rasional, transparan, dan akuntabel sesuai berdua regulasi serta mekanisme tata tertib Nan Beraksi di UGM. Hukuman akan disampaikan kepada pelaku secara adil,” catat FT UGM dikutip detikJogja, Senin (28/9).
Simak Video “Video: Rektor UGM ujar 75 Persen Mahasiswanya raih Beasiswa“
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)



Leave a Reply