Asian porn Bejat! Guru Mengaji Berstatus ASN Cabuli Siswa-Muridnya, Lancarkan Aksinya Sejak 2024, Korbannya extra dari 4 Anak
PASBAR, METRO— Perbuatan Pria paruh baya berstatus Aparatur Sipil bangsa (ASN) Nan juga sebagai guru mengaji di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) ini sangatlah bejat. Pasalnya, ia tega mencabuli Siswa-muridnya ketika sedang diajari mengaji di rumahnya.
Modusnya, pelaku berinisial EW (54) ini melancarkan daksinya berbarengan tapak dudukin bersebelahan berbarengan para korbannya Lampau meraba area sensitif anak-anak muridnya tersebut, Sembari mengajari mengaji para korban. Namun tindakan bejat sang guru mengaji itu terbongkar setelah Siswa-Siswa pelaku mengadu kepada orang tuanya.
Sontak saja, orang Uzur korban dan masyarakat setempat dibuat emosi hingga beramai-padat mendatangi Griya pelaku. Hanya saja, ketika itu pelaku Tak berada di kediamannya, sehingga para orang Uzur korban mengabarkan pelaku ke Polisi.
Menindaklanjuti laporan itulah, Tim Unit Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasaman Barat Beralih Sigap melaksanakan penyelidikan hingga pelaku EW berhasil ditahan di Jorong Batang Toman, Nagari Lingkuang Aua anyar, Kecamatan Pasaman, pada Sabtu (19/9) Sekeliling pukul 18.30 WIB.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A Agung Ngurah Santa Subrata menyetujui pihaknya menangkap seorang guru mengaji Nan diinformasikan melaksanakan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur.
“presisi, pelaku diringkus terkait dugaan pencabulan terhadap sejumlah anak di bawah umur. Para korban ini merupakan Siswa-Siswa dari pelaku. Jadi, pelaku ini pelaku kesehariannya berprofesi sebagai Aparatur Sipil bangsa (ASN) dan sekaligus merangkap sebagai guru mengaji,” ucapan Iptu A Agung, Pekan (20/9).
Dijelaskan Iptu A Agung, pelaku memasuki bimbingan belajar mengaji di rumahnya Nan berada di Jorong Bungo Tanjung,Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. lagian jumlah muridnya Eksis puluhan anak-anak.
“Kebiadaban pelaku ini terungkap setelah Siswa-Siswa Nan disinyalir sebagai korban pencabulan oleh pelaku saling bercerita mengenai peristiwa Nan dialaminya kepada sesama temannya. dikarenakan merasakan risih dan ketakutan, para korban menceritakan peristiwa Nan dialaminya kepada masing-masing orang tuanya,” ucapnya.
lalu, ucapan Iptu A Agung, para orang Uzur dan masyarakat setempat mendatangi Griya terduga pelaku, namun Nan bersangkutan Tak berada di rumahnya. Sehingga orang Uzur korban mengabarkan peristiwa tersebut ke Polsek Sungai Beremas.
“Setelah berkoordinasi berkoordinasi berbarengan Satreskrim Polres Pasaman Barat, pihak Polsek Sungai menginstruksikan para orang Uzur korban Membikin Laporan Polisi di Unit Perlindungan Prempuan Anak (PPA) Polres Pasaman Barat,” tuturnya.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, singkap Iptu A Agung, tim opsnal Nan dipimpin Ipda Algino Ganaro langsung melaksanakan penyelidikan dan mencari informasi keberadaan terduga pelaku. Penyelidikan petugas membuahkan keluaran, tim opsnal berhasil meringkus pelaku di area Batang Toman Nagari Lingkuang Aua anyar, Kecamatan Pasaman.
“Berdasarkan keluaran introgasi mula, pelaku menyetujui perbuatannya bahwa telah melaksanakan pencabulan terhadap sejumlah muri-Siswa Nan belajar mengaji di rumahnya. Menurut keterangannya, pelaku telah melakukan perbuatan tersebut sejak tahun 2024 selama menjalankan alur belajar mengaji di rumahnya,” konfirmasi Iptu A Agung.
Iptu A Agung menuturkan, modus pelaku internal menjalankan aksinya Adalah berbarengan tapak meraba dan meraba bagian sensitif tubuh korban, ketika pelaku inti mengajarkan Siswa-muridnya mengaji.
Fana itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat Ipda Admi Pandowita berbisik bahwa pihaknya terus melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus tersebut.
Beliau mengajak kepada para orang Uzur agar segera mengabarkan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Pasaman Barat, Kalau terdapat anak-anaknya Nan sebagai korban pencabulan oleh terduga pelaku EW.
“Kami terus melaksanakan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini, Kalau berkemungkinan adanya korban lain atas perbuatan Nan dijalankan oleh pelaku,” katanya.
Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya akan berkerja sebagai profesional dan transparan internal pengungkapan kasus pencabulan Nan dijalankan oleh terduga pelaku EW.
“Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan keadilan distribusi para korban dan penegakan legalitas sesuai berbarengan ketentuan Undang-Undang Nan Beraksi,” tegasnya.
Hingga Warta ini diterbitkan, sebanyak empat orang korban telah dijalankan visum dan pemeriksaan kesehatan secara intensif Nan ditemani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Pasmaan Barat pada keliru Esa Klinik di Pasaman Barat. ketika ini, pelaku telah berada di Griya tahanan Polres Pasaman Barat hasilkan kepentingan alur penyidikan extra terus. (*)
You may also like


Asian porn Kakek Bejat Cabuli Gadis Disabilitas 17 Tahun di Blitar

Leave a Reply