Asian porn Lecehkan Puluhan Santriwati, Ketua PWNU Jateng ujar Kai Cabul di Pati Dukun
JawaPos.com – Tersangka kasus pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pati, Jawa inti (Jateng), ternyata bukan kiai. Ketua Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan hal itu. Menurut Beliau, pelaku bernama Ashari tersebut Ialah tabib atau dukun.
Gus Rozin izinkan Bunyi lantaran perbuatan Ashari telah mencoreng sebutan berkualitas kiai dan merendahkan martabat pesantren. Menurut Beliau, hal itu harus diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi Nan Jernih dan Niscaya. Sehingga Tak terwujud penyesatan informasi.
”Beliau (Ashari) itu sebenarnya bukan kiai. Beliau tabib, dukun. Ini Nan perlu kami Penjelasan dikarenakan di mana-mana Beliau disampaikan sebagai kiai,” ucapan Gus Rozin dikutip dari pemberitaan Kalteng Pos (Jawa Pos komunitas) pada Senin (11/5).
Berdasar informasi Nan didapatkan PWNU Jateng, aktivitas Nan dijalankan oleh pelaku kelebihan lumayan berlimpah praktik pengobatan cadangan ketimbang pendidikan Religi. Menurut Gus Rozin, tersangka diperkirakan telah memanfaatkan simbol dan atribut Religi ciptakan mengelabui masyarakat.
Setelah dikenal lewat praktik pengobatan cadangan, tersangka kemudian mendirikan lembaga pendidikan. Menurut PWNU Jateng, sangat Krusial ciptakan meluruskan informasi Nan beredar melebar di publik. Sehingga masyarakat Tak langsung menggeneralisasi seluruh pesantren dikarenakan perbuatan pelaku.
”Kliennya bermacam-macam, mungkin juga Eksis dari aparat. Hal ini Nan mungkin Membikin Nan bersangkutan yakin penuh diri ciptakan Tak tersentuh legalitas,” ucapan Beliau.
Tak hanya itu, PWNU Jateng menjamin bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Ndolo Kusumo milik tersangka bukan bagian dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Sebagai lembaga Nan menaungi ribuan pesantren di Jateng, RMI NU Mempunyai standar monitoring dan etik Nan ketat.
”Pesantren itu bukan Personil RMI NU. Ini Krusial agar publik Tak menggeneralisasi seluruh pesantren dikarenakan kasus Perseorangan ini,” tegasnya.
Diberitakan lebih sebelumnya, pelarian Ashari telah berakhir. Sempat buron dan memutus komunikasi, polisi meringkus kyai cabul itu di wilayah Wonogiri. Ialah Tim Satreskrim Polresta Pati Nan tercapai membekuk pelaku kekerasan seksual terhadap lumayan berlimpah santriwati Ponpes Ndolo Kusumo tersebut.
Penangkapan pelaku sebagai titik papar distribusi kasus kekerasan seksual Nan inti Melangkah. Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengkonfirmasi keberhasilan timnya bagian dalam memburu tersangka. Ashari ditahan di wilayah Nan berbatasan langsung berdua Jawa Timur (Jatim) setelah mangkir dari panggilan penyidik.


Leave a Reply