Asian porn Viral ! 58 Korban Bongkar Dugaan pesan Cabul Mahasiswa USU
MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Dugaan kekerasan seksual berbasis daring Nan menyeret mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU berinisial CHS terus sebagai perhatian publik. Sedikitnya 58 orang mengaku sebagai korban setelah perbicangan disinyalir berisi ajakan Tak senonoh beredar melebar di media sosial.
Kasus itu mencuat usai identitas Instagram @chardtogi_ dan @manusiagoblokusu mengirimkan tangkapan display perbicangan Nan disinyalir dijalankan CHS. Unggahan tersebut langsung viral dan menyebabkan gelombang kecaman dari mahasiswa Nan mendesak pihak kampus menjatuhkan Hukuman konfirmasi.
Pemilik identitas @chardtogi_, Richard, berucap jumlah korban terus bertambah. “Tiba sekarang telah 58 korban Nan menghubungi kami. Semuanya menyertakan kabar perbicangan. Kami juga telah Membikin grup WhatsApp agar para korban meraih Seiring-Baju memperjuangkan keadilan,” ujarnya.
Menurut Richard, seluruh kabar dan laporan telah diteruskan ke BEM USU, Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Kementerian Pemberdayaan Wanita BEM USU, serta Himpunan Mahasiswa Akuntansi USU agar segera diproses.
Di inti derasnya sorotan publik, CHS ujungnya mengirimkan video permintaan sorry melalui identitas Instagram pribadinya. bagian dalam video itu, ia menyetujui kesalahan, mengemukakan penyesalan, dan berjanji Tak akan mengulangi perbuatannya.
keliru seorang korban, Tulip (identitas samaran), mengaku awalnya mengenal pelaku melalui grup WhatsApp Seleksi Berdikari USU.
“Awalnya Beliau hanya memberi informasi soal pengumuman. pelan-pelan Beliau minta informasi pribadi, mengajak bersua, bahkan menginginkan dipeluk dan dicium,” ungkapnya.
Tulip mengaku teror terus berlanjut melalui WhatsApp hingga mula saat. “Beliau sering menyerahkan ajakan Nan Tak senonoh dan menelepon Saya Sekeliling pukul 01.30 WIB.
Saya menganggap ngeri dikarenakan Beliau pernah bilang akan menemui Saya ketika kuliah dimulai. Saya merasakan direndahkan dan hanya dianggap sebagai Bentuk,” katanya.
Pengakuan serupa disampaikan Mawar (identitas samaran). “Sejak November Lampau Beliau sering menyerahkan pesan vulgar dan menginginkan foto bagian tubuh sensitif. Kalau Saya menolak, Beliau kesal. Beliau juga panik ketika tahu percakapannya sempat Saya screenshot,” ujarnya.
Korban lainnya, Anggrek (identitas samaran), Nan merupakan mahasiswa dari kampus berbeda, juga mengaku merasakan hal serupa. “Beliau sengaja memakai fungsi pesan Fana Agar pesan langsung terhapus. Saya hanya sempat meletakkan extra dari Esa screenshot sebagai kabar,” katanya.
Para korban sekarang mendesak pihak Universitas Sumatera Utara Tak berhenti pada permintaan sorry pelaku. Mereka menginginkan kampus menjatuhkan Hukuman konfirmasi, mulai dari skorsing hingga drop out (DO) apabila dugaan tersebut terbukti. Para korban mengukur kampus harus sebagai ruang Nan terjamin sebar seluruh mahasiswa dan Tak memberi toleransi terhadap dugaan kekerasan seksual.(*/red)



Leave a Reply