Asian porn Kiai Cabul Ponpes di Pati guna Identitas Imitasi ketika Bersembunyi
Foto ilustrasi penangkapan pelaku tindak kejahatan. / Foto dibuat memakai Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SEMARANG—Tim Jatanras Polda Jawa inti tercapai menangkap Ashari, pengasuh Pondok Ndolo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Nan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santri putri di bawah umur. Tersangka dikendalikan setelah sempat melarikan diri dan bersembunyi di area Kabupaten Wonogiri.
Penangkapan dikerjakan di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (7/5/2026) Sekeliling pukul 04.45 WIB. ketika dikendalikan, Ashari teridentifikasi inti Berikhtiar mencegah pelacakan aparat kepolisian.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Helmy Tamaela, menerangkan tersangka telah berada di kawasan Wonogiri selama dua saat Esa gelap sebelum ujungnya ditahan petugas.
Menurut Helmy, penangkapan bermula ketika tim mencurigai seorang pengendara sepeda motor Nan melintas di jalur setapak kawasan perbukitan. Kecurigaan petugas tumbuh setelah pengendara tersebut Malah memacu kendaraannya kelebihan Sigap ketika dibuntuti aparat.
“Tim makin curiga dan ketika di lorong Nan buntu, Nan bersangkutan diberhentikan dan meraih identitas Imitasi. Namun tim telah mendapat foto Nan bersangkutan dan ujungnya Tak mendapatkan mengelak lagi,” ujar Helmy kepada wartawan, Kamis.
Meski sempat menguji mengelabui petugas memakai identitas Imitasi, tersangka Tak mengerjakan perlawanan ketika dikendalikan. Setelah penangkapan, Ashari langsung diangkut ke Polresta Pati hasilkan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santri.
Kasus tersebut sebelum itu menimbulkan keresahan Penduduk di Desa Tlogosari dan area sekitarnya. Perwakilan pemuda Desa Tlogosari, Ahmad Nawawi, menyebut dugaan tindakan tersangka telah mencoreng sebutan pondok pesantren maupun lingkungan masyarakat setempat.
“Di mata masyarakat, sangat Tak menyukai pelan-pelan tersangka. Sebelum kasus terungkap di publik, masyarakat telah resah, banyaknya korban, Eksis pemerasan, penipuan, dan pencabulan seksual pada santri putri di bawah umur,” ucapan Ahmad.
sebelum itu, oknum pengasuh pondok pesantren berinisial S tersebut diinformasikan ke pihak kepolisian atas dugaan tindakan asusila terhadap belasan santri Nan mayoritas merupakan anak yatim piatu.
internal tahapan penyelidikan, tersangka disinyalir memanfaatkan posisinya sebagai guru Religi hasilkan membangun Rekanan kuasa terhadap para korban. Para santri dikatakan mendapat doktrin agar Taat dan Tak nekat melawan maupun memberitakan perbuatan tersangka.
Korban disinyalir dipaksa mengerjakan tindakan asusila berbarengan dalih sebagai syarat spiritual hasilkan sebagai “umat kiai” Nan sejati. sampai saat ini, polisi Tetap mendalami kasus tersebut sekaligus mengakses ruang pengaduan distribusi masyarakat lain Nan merasakan sebagai korban internal perkara dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren tersebut.
tinjau Warta dan Artikel Nan lain di Harian Jogja, dan edisi cetak publikasi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.



Leave a Reply