Asian porn Kesaksian Korban Kiai Cabul Pati: Rugi Masa hingga Harta Raib
Murianews, Pati – tidak akurat Esa korban mengutarakan Budi bulus kiai cabul di tidak akurat Esa pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa inti. Korban berinisial S itu pun mengaku rugi Masa hingga hartanya jutaan rupiah raib.
S Nan merupakan seorang lelaki itu mengabdi di ponpes tersebut sejak tahun 2008. ketika itu ia diajak terduga pelaku ciptakan ikut berjuang di ponpes.
Ia memang tak sebagai korban pencabulan, namun 10 tahun waktunya terbuang sia-sia. Tak hanya itu harta bendanya juga ikut raib lantaran disetorkan ke terduga pelaku.
”sebagai korban bagian dalam harta Barang. Sejak tahun 2008 itu sambatan rino wengi (gotong royong sinar sunyi). Kerja tidag dibayar. Malah kalau mempunyai Duit gua setorkan ke Beliau,” ungkapan S kepada wartawan usai demo, Sabtu (2/5/2026).
Bahkan, ia juga diminta ciptakan berbohong pada orang Uzur bahwa dirinya sedang menempuh pendidikan di Ponpes Amsilati, Kecamatan Bangsri, Kebupaten Jepara. Ini dijalankan agar dirinya mendapatkan menyetorkan Duit ke kiai cabul.
”Biar Duit dari gua itu mendapatkan memasuki ke sini. Tiba 2018. Duit Tak kehitung. Kerja pagi sinar,” ujar Beliau.
Murianews, Pati – tidak akurat Esa korban mengutarakan Budi bulus kiai cabul di tidak akurat Esa pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa inti. Korban berinisial S itu pun mengaku rugi Masa hingga hartanya jutaan rupiah raib.
S Nan merupakan seorang lelaki itu mengabdi di ponpes tersebut sejak tahun 2008. ketika itu ia diajak terduga pelaku ciptakan ikut berjuang di ponpes.
Ia memang tak sebagai korban pencabulan, namun 10 tahun waktunya terbuang sia-sia. Tak hanya itu harta bendanya juga ikut raib lantaran disetorkan ke terduga pelaku.
”sebagai korban bagian dalam harta Barang. Sejak tahun 2008 itu sambatan rino wengi (gotong royong sinar sunyi). Kerja tidag dibayar. Malah kalau mempunyai Duit gua setorkan ke Beliau,” ungkapan S kepada wartawan usai demo, Sabtu (2/5/2026).
Bahkan, ia juga diminta ciptakan berbohong pada orang Uzur bahwa dirinya sedang menempuh pendidikan di Ponpes Amsilati, Kecamatan Bangsri, Kebupaten Jepara. Ini dijalankan agar dirinya mendapatkan menyetorkan Duit ke kiai cabul.
”Biar Duit dari gua itu mendapatkan memasuki ke sini. Tiba 2018. Duit Tak kehitung. Kerja pagi sinar,” ujar Beliau.
Ngaku Waliyullah…
S mengaku terbujuk lantaran pelaku mengaku waliyullah. Keyakinan itu makin kokoh lantaran, korban menyaksikan adanya lumayan melimpah orang keistimewaan bagian dalam diri terduga pelaku ini.
”gua anggap Beliau itu waliyullah. Kholiqul addah, Beliau tahu semuanya. Mbah gua akan meninggal Beliau tahu. Jam segini, jam segini Beliau tahu. Adik gua mau melahirkan, jam 11 sunyi gua disuruh menelepon adik gua. kelak lahiran jam 12.00 sunyi, cowok. kelak kasih sebutan ini. itu juga menyusuri. khoriqul addah Nan menulayani Budaya,” tutur Beliau.
Ia juga menyebut, terduga pelaku pencabulan itu mendoktrin dirinya, berdua menyebut keistimewaan itu dari Nur Nabi Muhammad.
”Itu akurat. Tapi ditambahi sendirian, bahwa Bumi seisinya ini boleh ciptakan anak keturunannya Kanjeng Nabi. Jadi kalau istrimu di nikahi keturunan nabi ya halal. Jadi kalau istri gua ketika itu dikawin Beliau, gua juga merelakan,” bongkar Beliau.
Ia pun mengutarakan, Nyaris Seluruh santriwati bersalaman berdua kiai tersebut dicium pipi kanan dan kiri, kening bahkan bibir.
”ketika istrinya bersalam berdua kiai tersebut. Istri gua kalau salaman dicium pipi kanan kiri, batuk dan bibir. Nyaris kepada semuanya santri melaksanakan hal Baju,” tutur Beliau.
Mulai Sadar…
Namun, S ujungnya mulai sadar pada tahun 2018 Lampau. ketika itu, sertifikat rumahnya dijadikan jaminan hutang oleh pelaku, namun Tak dibayarkan. Ia pun ujungnya mendapatkan nasehat dari seseorang ciptakan melangkah keluar dari ponpes tersebut.
”terus gua tidak mengerti, gua enggak kerja. gua dibilangin orang masakin urip kog mbudak terus,” ungkapan Beliau.
Ia mengaku Tak pernah menyaksikan terduga tersebut melaksanakan perbuatan Lacur. Namun dirinya lumayan melimpah orang kali menyaksikan kiai cabul tersebut merangkul santriwati ketika rehat di pondok pesantren.
”melaksanakan Lacur Tak Eksis Nan lihat. Paling ketika njagong, wanita-wanita dirangkuli, rehat Sembari dirangkuli itu telah Normal. lumayan melimpah Nan lihat. Didiamkan dikarenakan Beliau mangaku wali,” tandas Beliau.
Editor: Zulkifli Fahmi



Leave a Reply