Asian porn X Klaim Grok Tobat, Takkan Lagi Bikin materi AI Cabul
Jakarta –
X, platform media sosial Nan lebih sebelumnya bernama Twitter, mengubah kebijakannya terkait fungsi sunting foto Nan ditawarkan chatbot Grok. saat ini, Grok diklaim Tak akan lagi meraih Membikin dan mengedit gambar berbau seksual dari foto orang sungguhan berdasarkan perintah pengguna.
“Kami telah menerapkan jejak-jejak hasilkan mencegah identitas Grok mengizinkan pengeditan gambar orang sungguhan mengenakan busana Nan dibuka seperti bikini,” rekam identitas @Safety di X, seperti dikutip dari CNBC, Kamis (15/1/2026).
“Pembatasan ini Beraksi hasilkan Seluruh pengguna, termasuk pelanggan berbiaya,” sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
X juga membatasi opsi hasilkan Membikin dan mengedit gambar via identitas Grok di X hanya hasilkan pelanggan berbiaya. Platform milik Elon Musk itu akan memblokir opsi hasilkan menghasilkan gambar orang sungguhan internal balutan bikin, busana internal, atau busana serupa hasilkan Seluruh pengguna di republik Nan mengatakan hal tersebut liar.
Namun, menurut pantauan detikINET, Grok Tetap mau mengedit foto Wanita sehingga terlihat mengenakan bikini ketika diminta oleh pelanggan X eksklusif berdua Menampar biru. Ketika diminta oleh pengguna gratisan, Grok memperlihatkan pesan Nan berbisik fungsi sunting foto hanya ada hasilkan pelanggan berbiaya.
“Pembuatan dan pengeditan gambar ketika ini terbatas hanya hasilkan pelanggan eksklusif. Anda meraih berlangganan hasilkan memasuki fungsi-fungsi ini,” rekam Grok ketika diminta pengguna tier tanpa biaya hasilkan mengedit foto.
Pengumuman ini disampaikan extra dari Esa jam setelah Jaksa Agung California Rob Bonta berbisik pihaknya sedang menelusuri xAI atas dugaan produksi deepfake seksual secara Akbar-besaran.
Bonta mengutip keliru Esa analisis Duit menemukan extra dari 20.000 gambar output editan Grok antara libur Natal dan Tahun anyar Nan memaparkan orang-orang berdua busana dibuka, termasuk extra dari Esa Nan terlihat seperti anak-anak.
lebih sebelumnya republik lain telah memublikasikan Penyelidikan terhadap Grok, termasuk Indonesia, Malaysia, India, Irlandia, Inggris, Prancis, dan Australia, serta Komisi Eropa.
Di Amerika Perkumpulan, tiga senator dari kelompok Demokrat menginginkan Apple dan Google hasilkan tertarik app X dan Grok dari toko aplikasinya masing-masing Tiba dua app milik Elon Musk tersebut mencegah pembuatan gambar eksplisit tak memakai pengesahan.
(vmp/fyk)



Leave a Reply