Asian porn Sidang Perdana Kasus Oknum Guru Cabul, Komnas PA Pelalawan Desak legalitas berat banget Pelaku –
0
0
575
Read durasi:1 Minute, 34 Second
PELALAWAN, RBO – Kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur Nan mengikutsertakan seorang guru les sekaligus Instruktur Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai memasuki tahap persidangan.
Pada 8 April 2026, oknum berinisial S (37) Formal menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kabupaten Pelalawan.
Terdakwa S alias S bin P (Alm), Nan terungkap merupakan Penduduk Usul Labuhan Batu, Sumatera Utara, sebelum itu ditangani oleh aparat kepolisian setelah terbukti mengerjakan perbuatan cabul terhadap dua anak di bawah umur Nan merupakan muridnya sendirian.
Selama ini, pelaku tinggal di Desa Segati, Kecamatan Langgam, dan bekerja sebagai pengajar di Madrasah Ulul ‘Ilmi.
Terungkapnya kasus ini bermula ketika tim Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Pelalawan Seiring DP3AP2KB Kabupaten Pelalawan menggelar kegiatan sosialisasi perlindungan anak di SDN 014 Segati, Kecamatan Langgam.
internal kegiatan tersebut, pihaknya mendapatkan laporan dari wali Siswa terkait dugaan pencabulan Nan dijalankan oleh oknum guru tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Komnas PA Seiring DP3AP2KB segera mengerjakan asesmen terhadap korban.
Orang Uzur korban kemudian Membikin laporan Formal kepada pihak berwajib berbarengan pendampingan dari kedua lembaga tersebut.
Fana itu, para korban telah mendapatkan penanganan rehabilitasi di UPT Sentra Abiseka Pekanbaru.
Seiring bergulirnya alur legalitas di pengadilan, Komnas PA Kabupaten Pelalawan melalui Sekretarisnya, Mahyudi, SH, mengemukakan kecaman keras terhadap tindakan pelaku Nan dinilai sebagai predator anak.
“Kami mengecam keras perbuatan pelaku. Tak boleh Eksis ruang distribusi predator anak di negeri ini,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Ia juga semoga majelis hakim Pengadilan Negeri Pelalawan meraih menjatuhkan hukuman Nan setimpal dan memberikan imbas jera kepada pelaku, sehingga kasus serupa Tak kembali terulang di Era mendatang.
Selain itu, Komnas PA mengajak para orang Uzur hasilkan extra memperbesar kontrol terhadap anak-anak, terutama internal lingkungan pendidikan dan aktivitas di eksternal Griya, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap anak.
Kasus ini berperan pengingat Krusial distribusi Seluruh pihak akan perlunya peran Seiring internal menjaga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Sur)
Happy
0
0 %
Sad
0
0 %
Excited
0
0 %
Sleepy
0
0 %
Angry
0
0 %
Surprise
0
0 %



Leave a Reply