Asian porn Kuasa legalitas kata Sejumlah Korban Kasus Kiai Cabul Pati disinyalir Diintimidasi ciptakan Cabut Laporan
SEMARANG, KOMPAS.com – Kuasa legalitas korban kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum kiai di Pati, Ali Yusron, menyebut sejumlah korban disinyalir mendapat intimidasi agar mencabut laporan polisi.
Ali berbisik tekanan terhadap korban melangkah internal berbagai bentuk, termasuk bujukan dan pemberian pekerjaan.
“Korban-korban Nan lain itu Niscaya mendapat intimidasi Agar dicabut,” ungkapan Ali ketika diwawancarai di Kawasan Kota lamban Semarang, Jumat (8/5/2026).
Ia mengemukakan Eksis korban Nan pada akhirnya mencabut laporan setelah diberi pekerjaan di lingkungan pondok pesantren.
lafal juga: Kasus Kiai Cabul Pati Sempat Mandek Dua Tahun, Kuasa legalitas Singgung Dugaan Kompromi di Kepolisian
“Nan tujuh itu dicabut, dikasih kerjaan di pondok pesantren jadi guru,” ujarnya.
Ali bahkan mengaku Tiba bersumpah di masjid agar keluarga korban Nan didampinginya ketika ini Tak mencabut laporan perkara tersebut.
“Saya sumpah di masjid, jangan Tiba dicabut perkara ini,” katanya.
Menurut Beliau, pencabutan laporan mendapatkan memperlemah tahapan pembuktian di pengadilan, terutama Kalau saksi korban Tak lagi bersedia hadir internal persidangan.
Bapak korban menyetujui Eksis intimidasi
Fana itu, Bapak keliru Esa korban berinisial H (52), mengakui pernyataan Ali Nan sekarang berperan kuasa hukumnya.
Beliau mengaku sempat diintimidasi setelah memberitakan kasus tersebut ke Polres Pati pada 2024.
“Dari pihak keluarga oknum tadi terlihat ke Griya Saya, Saya diinterogasi intinya ciptakan mencabut laporan Saya,” ujar H.
Bapak korban menduga orang Nan terlihat merupakan suruhan oknum kiai cabul tersebut. H mengaku mendapat tekanan secara verbal agar memberhentikan tahapan legalitas.
“Ancamannya itu bahwa laporan Saya nantinya akan dipatahkan,” katanya.
Namun, H Berkeras jiwa Tak akan mencabut laporan. Ia mengaku perjuangannya bukan hanya demi anaknya tetapi juga ciptakan menyelamatkan korban lain Nan disinyalir kelebihan lumayan melimpah.
lafal juga: Plt Bupati Pati Minta Oknum Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati Dihukum Seberat-beratnya
“Saya Tak akan cabut laporan Saya Tiba Bilamana pun. maksud Saya bukan ciptakan diri Saya atau anak Saya saja, tapi ciptakan menyelamatkan generasi-generasi Nan mungkin jadi korban,” tegasnya.
H juga mengaku Tak terpengaruh berdua kemungkinan iming-iming Duit ciptakan menyelesaikan perkara secara Tenteram.
“Saya Tak terpengaruh Duit. maksud Saya bukan dikarenakan Duit,” ucapnya.
Ia menyebut intimidasi semacam itu melangkah kelebihan dari Esa kali. Namun, saat ini dirinya mengaku tetap memutuskan meneruskan tahapan legalitas.
“Kalau pun Eksis ancaman, Saya Tak menghiraukan. Saya mengalami ini demi perjuangan dan kebenaran,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply