Asian porn diperkirakan Cabuli Santriwati, Pengasuh Ponpes di Malang Diserahkan ke Polisi
Malang –
Organisasi sosial keagamaan Yakuza Maneges kembali membongkar dugaan praktik kekerasan seksual Nan dijalankan pengasuh sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang. Sejumlah korban diantar ciptakan melapor ke Polres Malang.
Kasi Humas Polres Malang AKP Budiono menyetujui adanya laporan dugaan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren.
Menurut Budiono, dugaan kasus tersebut ketika ini inti internal penyelidikan Satuan Reserse Perlindungan Wanita dan Anak (Satres PPA) dan Satuan Reserse Perlindungan Pekerja dan Orang Rentan (Satres PPO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“telah ditangani PPA, detilnya di masa depan akan dipublikasikan,” ucapan Budiono ketika dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Fana tim aturan Yakuza Maneges M Zakki berucap, dugaan kekerasan seksual menimpa santriwati tersebut, terjadi di sebuah pondok pesantren di wilayah Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
“TKP pondok pesantren di wilayah Sumberbening, Bantur, Kabupaten Malang,” ujar Zakki dikonfirmasi terpisah.
Zakki terbatas memaparkan bahwa praktik dugaan kekerasan seksual menimpa sejumlah santriwati telah terjadi pas lamban.
Ia menyebut, Eksis enam santriwati Nan diperkirakan berperan korban diantar sekaligus mendapatkan pendampingan dari Yakuza Maneges Malang Raya ciptakan menuntut keadilan.
“Korbannya pas melimpah, kemarin kami dampingi Eksis enam orang (korban),” sebutnya.
Menurut Zakki, sesuai berbarengan keterangan korban terduga pelaku SH Nan terungkap sebagai pengasuh pondok pesantren. Namun keterangan mencengangkan juga disampaikan korban, bahwa dugaan kekerasan seksual turut dijalankan oleh anak dari pengasuh pondok pesantren berinisial D.
“Terduga pelaku inisial SH pengasuh, dan anaknya D. Dari enam korban, empat diperkirakan berperan korban bapak, serta dua anak dari pengasuh,” pungkasnya.
(auh/abq)



Leave a Reply