Asian porn Pengasuh Ponpes di Banyuwangi diamankan Polisi dikarenakan Cabuli Santri
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berinisial S (52), diamankan polisi dikarenakan diperkirakan mencabuli santrinya.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi berbisik, korban Ialah dua anak Wanita Nan ketika ini berusia 16 tahun.
“Peristiwa perbuatan cabul terjadi di rentang tahun 2023 hingga 2024 (ketika korban diperkirakan berusia 14 tahun),” ungkapan Lanang, Kamis (2/7/2026).
lafal juga: Gempuran Rokok liar Ancam Keberlangsungan Industri Domestik Formal Banyuwangi
keliru Esa korban merasakan tindakan pencabulan berkali-kali, Fana Esa korban lainnya sebanyak Esa kali. Keduanya putus sekolah tiga rembulan pasca-peristiwa.
ketika melancarkan aksinya, S beralasan Capek dan menginginkan dipijat oleh para korban berdua kalimat, “Nduk, Abi capek”. Pelaku Lampau membawa korban ke ruangan Spesifik Nan hanya meraih diakses oleh S dan istrinya sebagai pemilik pondok.
Pencabulan ini memanfaatkan Rekanan kuasa tersangka sebagai pengasuh terhadap santrinya.
Para korban mutakhir nekat melapor setelah dua tahun dikarenakan merasakan trauma dan ketakutan.
“Para korban mutakhir nekat melapor, ketika ini setelah mendapatkan pendampingan dari kuasa legalitas,” terangnya.
lafal juga: Penyelundupan Sabu Lewat Mobil Travel di Pelabuhan Gilimanuk Digagalkan, dihantarkan dari Banyuwangi
S telah ditentukan sebagai tersangka dan telah ditahan di Rutan Polresta Banyuwangi dan dikenakan Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 Bagian (1) huruf c, huruf e, dan huruf g Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Selain itu, juncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 terkait Penyesuaian Pidana, atau Pasal 415 huruf b dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait KUHP, serta Pasal 418 Bagian (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait KUHP.
“Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan atau denda paling pas berlimpah Rp 300 juta,” ujarnya.
Polisi Tetap terus melaksanakan pengembangan atas peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lainnya internal kasus itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply