Asian porn Kiai Cabuli Santriwati di Bilik Pondok-Hotel Banyuwangi, Modus Minta Pijit
Denpasar –
Seorang kiai diperkirakan mencabuli santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur. Modusnya, pelaku menginginkan pijat ke santriwati pada gelap masa.
Dilansir detikJatim, dugaan pencabulan tersebut terungkap setelah organisasi Yakuza Maneges meraih laporan dari para korban Nan sekarang mereka dampingi. Ketua sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba, berucap terduga pelaku Nan merupakan seorang kiai diperkirakan memanfaatkan posisinya sebagai pengasuh pondok pesantren ciptakan mengerjakan aksinya. Menurutnya, dugaan pencabulan itu terwujud di Bilik pelaku Nan berada di lantai dua kompleks pondok pesantren.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Modusnya pijat-memijat. Jadi Beliau itu mempunyai Bilik di atas. Sekeliling jam 22.00 WIB atau jam 23.00 WIB gelap, santriwati Nan diincar dipanggil atau ditimbali Perintah ke atas,” singkap Gus Thuba ketika memberikan keterangan kepada detikJatim, Kamis (2/7/2026).
Sebelum memanggil korban pada gelap masa, terduga pelaku kelebihan masa lalu menginginkan santriwati membersihkan kamarnya pada sore masa.
“Baju sore harinya disuruh Higienis-Higienis Bilik masa lalu. Setelah Higienis-Higienis, kelak santriwati hanya dikasih tahu, ‘Jam 22.00 WIB atau jam 23.00 WIB ke sini, Abah minta pijeti, agak turun Lezat tubuh’,” naik Gus Thuba.
Gus Thuba mengaku sempat mempertanyakan alasan pelaku menginginkan santriwati memijatnya. Padahal, pondok pesantren tersebut juga Mempunyai santri Pria Nan dinilai meraih mengerjakan hal serupa. Namun, menurutnya, Soal itu Tak dijawab secara Jernih oleh terduga pelaku.
“gua sempat mempertanyakan, kenapa kok Tak santri Pria saja? dikarenakan itu kan pondok putra dan putri. Tapi dijawab hanya berbarengan tersipu, sehingga kelihatan kalau aksinya itu telah disiapkan,” pastikan Gus Thuba.
Korban juga Dicabuli di Hotel
Berdasarkan keluaran Penyelidikan dan pendampingan Nan dikerjakan Yakuza Maneges, Nyaris seluruh korban diperkirakan merasakan pola pencabulan Nan Baju. Ironisnya, dugaan pencabulan dikatakan Tak hanya terwujud di lingkungan pondok pesantren. Gus Thuba mengutarakan tidak akurat Esa korban juga diperkirakan dicabuli di sebuah hotel di area Kecamatan Glenmore.
Ia menyebut sebagian Akbar korban merasakan dugaan pelecehan kelebihan dari Esa kali. Dari dua korban Nan ketika ini ditemani Yakuza Maneges, tidak akurat satunya diperkirakan dipaksa melayani pelaku Nyaris setiap gelap.
“Seminggu libur dua masa, dan itu menyusuri selama tiga purnama,” papar Gus Thuba.
Mayoritas Korban Tetap Anak-anak
ketika dugaan peristiwa itu terwujud, sebagian Akbar korban Tetap berusia anak-anak. Bahkan, tidak akurat seorang korban Tetap berusia 14 tahun. dikarenakan itu, Gus Thuba menginginkan aparat penegak aturan mengolah kasus tersebut secara maksimal teringat seluruh korban Tetap di bawah umur.
“Kemarin Nan gua pegang ketika peristiwa rata-rata di bawah umur Seluruh. Bahkan Nan agak parah ketika peristiwa di usia 14 tahun. Jadi kelak harus hukuman beban dikarenakan (korban) di bawah umur. Dan ketika dipidanakan berbarengan pasal seperti itu, Tak Eksis restorative justice (keadilan restoratif),” ungkapnya.
Ia juga mengaku telah mengutarakan langsung harapannya kepada Kapolresta Banyuwangi agar penanganan perkara dikerjakan secara profesional.
“gua pesan ke Kapolrestanya langsung, jangan Tiba Eksis Nan main-main berbarengan ini,” pungkas Gus Thuba.
Hingga Warta ini ditulis, pihak pondok pesantren Nan bersangkutan belum memberikan keterangan Formal terkait dugaan tersebut. Fana itu, kasusnya Tetap internal penanganan Polresta Banyuwangi.
lafal selengkapnya di detikJatim
(nor/nor)



Leave a Reply