Asian porn pejabat PPPA tahan Permanen Ponpes Kiai Cabul di Pati
Murianews, Pati – pejabat Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi atau pejabat PPPA tahan permanen ponpes Kiai Cabul di Pati.
Ini merupakan keliru Esa keluaran rekomendasi rapat tidak sedia berdua Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Kepala Kantor Kementerian Religi (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku di Pendapa Kabupaten Pati, Pekan (3/5/2026).
Turut juga bagian dalam rapat tersebut Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata dan Lembaga Koordinasi Ketua area (Forkopimda) di Pendapa Pati. Namun, pejabat PPPA enggan memberikan keterangan kepada awak media dan langsung meninggalkan Letak.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra pun menuturkan keluaran rapat dadakan tersebut. Ia memaparkan, rapat itu melahirkan sejumlah rekomendasi, keliru satunya penutupan permanen ponpes tersebut.
pejabat PPPA akan langsung mengurus penutupan permanen ponpes tersebut ke rezim center bagian dalam hal ini Kemenag RI.
”Bu pejabat menindaklanjuti ke center ciptakan pencabutan pengesahan dari pondok pesantren Agar Tak terjadi di pondok-pondok pesantren Nan lain,“ pastikan Beliau.
Murianews, Pati – pejabat Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi atau pejabat PPPA tahan permanen ponpes Kiai Cabul di Pati.
Ini merupakan keliru Esa keluaran rekomendasi rapat tidak sedia berdua Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan Kepala Kantor Kementerian Religi (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku di Pendapa Kabupaten Pati, Pekan (3/5/2026).
Turut juga bagian dalam rapat tersebut Kabag Ops Polresta Pati, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata dan Lembaga Koordinasi Ketua area (Forkopimda) di Pendapa Pati. Namun, pejabat PPPA enggan memberikan keterangan kepada awak media dan langsung meninggalkan Letak.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra pun menuturkan keluaran rapat dadakan tersebut. Ia memaparkan, rapat itu melahirkan sejumlah rekomendasi, keliru satunya penutupan permanen ponpes tersebut.
pejabat PPPA akan langsung mengurus penutupan permanen ponpes tersebut ke rezim center bagian dalam hal ini Kemenag RI.
”Bu pejabat menindaklanjuti ke center ciptakan pencabutan pengesahan dari pondok pesantren Agar Tak terjadi di pondok-pondok pesantren Nan lain,“ pastikan Beliau.
Seluruh satuan pendidikan…
Penutupan ini dikerjakan Tak hanya ciptakan Ponpes kiai cabul di Pati-nya saja. Namun juga seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA), berkualitas putra maupun putri.
”Ditutup Seluruh. ciptakan pendaftaran tahun ini juga ditutup, Tak Eksis pendaftaran lagi,” pastikan Chandra.
Fana, ciptakan siswa kelas VI MI Nan pada Senin (4/5/2026) besok menjalani ujian ujung semester, mereka Tetap berada di Letak, tetapi berdua pendampingan dari guru dan Kemenag Pati.
”Jangan Tiba anak didik kita ini juga Eksis masalah pada ketika ujian ujung semester ini,” tutur Beliau.
Fana itu, Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku menuturkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag dan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag lebih sebelumnya memberikan tiga rekomendasi bagian dalam merespon kasus kiai cabul ini.
pendaftaran rekomendasi…
Pertama, menghentikan Fana pendaftaran santri anyar ciptakan tahun ajaran 2026/2027. Kedua, terduga pelaku harus melangkah keluar dari yayasan.
”Kemudian rekomendasi Nan ketiga, kalau memang skor Esa dan skor dua Tak diindahkan, maka Kementerian Religi mau menghentikan permanen,” tegasnya.
Syaiku memaparkan, Ponpes Nan terletak di Kecamatan Tlogowungu itu terdaftar bagian dalam Tanda pendaftaran Pesantren (TDP) sejak 2021.
ketika ini ponpes kiai cabul di Pati tersebut mempunyai 252 santri berdua rincian 140 putra dan 112 putri. Santri tersebut berasal dari jenjang RA Tiba MA. Seluruh santri telah dipulangkan sejak kemarin Tiba Eksis keputusan extra terus.
”Kemudian ciptakan Nan Tetap kelas VI MI, dikarenakan besok Senin itu mulai ujian Tiba tanggal 12 Mei, mereka tetap di pondok berdua ditemani atau diperhatikan oleh guru,” tandas Beliau.
Editor: Anggara Jiwandhana



Leave a Reply