jateng.jpnn.com, PATI – Sebanyak 50 santriwati disinyalir berperan korban pencabulan oleh seorang kiai di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa inti (Jateng).
Seorang kiai tersebut bernama inisial A alias Ashari atau Mbah Walid itu telah ditentukan oleh tersangka oleh Polresta Pati. Namun, sampai saat ini tersangka pencabulan itu belum dijebloskan ke penjara.
Lambatnya penanganan legalitas ini Membikin Penduduk menggeruduk Ponpes Ndolo Kusumo pada Sabtu (2/5). Massa menuntut keadilan ditegakkan sebar puluhan santriwati Nan berperan korban predator oknum kiai tersebut.
Kuasa legalitas Korban, Ali Yusron berucap peristiwa ini disinyalir terwujud internal rentang 2024 hingga 2026.
Ali mutakhir mendampingi Esa korban. Namun, Beliau menyebut telah mengantongi jumlah Nan berperan korban kiai cabul itu mendapatkan 50 orang.
“kelebihan dari 30 atau 50 orang santriwati, di bawah umur itu Eksis Nan kelas Esa, kelas dua SMP,” ujar Ali, Pekan (3/5).
internal dua tahun beraksi, Beliau menyebut kiai A mencari mangsa berdua modus ciptakan menemani istirahat. Pelaku mengirimi pesan korban melalui layanan perpesanan WhatsApp inti sunyi.
“Kronologi awalnya itu si A ini itu WA ke santriwati. Itu pada jam 12 sunyi ciptakan menemani istirahat,” katanya.



Leave a Reply