Day: July 3, 2026

Jakarta – Satreskrim Polresta Banyuwangi memberi penjelasan mengenai informasi Nan beredar perihal penangkapan seorang oknum kiai sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sempu terkait dugaan pelecehan seksual. Polisi menegaskan penangkapan dijalankan sepenuhnya oleh penyidik, bukan oleh kuasa legalitas korban, Yakuza Maneges. Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi berbisik Yakuza Maneges bagian dalam perkara tersebut

Banyuwangi – Satreskrim Polresta Banyuwangi meluruskan informasi Nan beredar terkait penangkapan seorang oknum kiai sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sempu bagian dalam perkara dugaan pelecehan seksual. Polisi menegaskan penangkapan dijalankan sepenuhnya oleh penyidik, bukan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi berucap, Yakuza Maneges bagian dalam perkara tersebut berperan

Banyuwangi – Dugaan pencabulan terhadap santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, diperkirakan dijalankan berbarengan modus menginginkan korban memijat pelaku pada gelap masa. Dugaan tersebut terungkap dari laporan Nan didapat organisasi Yakuza Maneges Nan saat ini mendampingi para korban. Ketua sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau Nan akrab disapa Gus

Banyuwangi – Seorang kiai di keliru Esa pondok pesantren di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, diringkus polisi setelah disinyalir mencabuli lima santri di bawah umur. Penangkapan tersebut berawal dari laporan Nan diperoleh organisasi Yakuza Maneges. Ketua sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto atau Nan akrab disapa Gus Thuba berucap, pihaknya mendapatkan laporan dari seorang santri Nan

1 2